Cinta dari Benci

Cinta dari Benci


Aku Ryan, aku berumur 20 tahun, aku bekerja di sebuah software house sebagai programmer. Pekerjaan ini selalu menuntutku untuk bekerja malam yang membuatku selalu menyempatkan diri untuk menikmati indahnya langit di malam hari.

Mendengar lagu dan selalu memikirkan apa yang akan terjadi di masa depan adalah sesuatu kebiasaanku waktu itu, terkadang melakukan pekerjaan itu setiap hari membuat ku merasa bosan dan sesekali aku membuka game untuk menghilangkan rasa bosanku

ikatan cinta

Sebenarnya aku adalah gamers, aku selalu menghabiskan waktu luangku untuk bermain game online. Kebanyakan aku mengenal banyak orang dari dunia maya, tapi aku mulai bosan dengan semua itu. Suatu hari aku menemani ayahku untuk pengurusan E-KTP di kecamatan, aku melihat teman smpku juga mengurus ktp waktu itu.



Aku mendekatinya dan berdiri tepat di sampingnya..



“ Maaf, bukankah kamu Rani ? Aku rasa kita pernah se SMP waktu dulu.. “



“ Ya aku tahu, tapi aku lupa namamu? “



“ Wajar sudah beberapa tahun yang lalu, banyak yang berubah bukan? “



Kami berbincang dan saling mengenal satu sama lain, dia mengatakan aka nada reuni kecil-kecilan akhir pekan itu, dia memberikan nomer hp nya untuk kabar selanjutnya. Pengurusan KTP pun selesai dan dia pulang dengan dijemput kekasihnya. Tak lama kemudian aku dan ayah juga pulang setelah pengurusan selesai.



Sepulang dari rumah, malam harinya aku bekerja untuk menyelasaikan pekerjaanku dan aku berpikiran untuk meminta facebook Rani untuk mengetahui teman SMP yang lainnya.



Isi sms:



“ Aku Ryan, kita bertemu siang tadi, maaf jika mengganggu tapi apakah boleh aku meminta alamat facebookmu..?? “



“ Iya Yan , ini alamat facebookku, RanieDw*** “



“ Oke, terima kasih ya Ran ..”



Tak lama setelah aku membukan facebooknya, aku menemukan beberapa teman SMP, aku mendapatkan salah satu nomer teman smpku, dia bernama Tania. Di lain waktu aku menghubunginya untuk sekedar bertanya tentang reuni.



Kami menjadi akrab hanya dengan chatting dan sms, beberapa hari kemudian sehabis magrib kami bertemu di warung orang tuanya. Pertemuan intu membuat kami semakin akrab, hari semakin larut jadi aku putuskan untuk kembali kerumah.



Tepat hari sabtu acara reuni diadakan, aku mendapat sms dari nomer yang tak kukenal, ternyata dia adalah salah satu teman smpku,



Isi sms:



“Kamu jadi ikut reuni? Eka Wuland.”



Entah kenapa entah kenapa aku ingat betul akan nama tersebut dalam sekejap aku ingat wajahnya. Dalam batinku berbicara “benar dia orang yang pernah aku benci waktu smp dulu”



Isi sms:



“Dari mana kamu mendapatkan nomerku?”



“Dari Tania yan, aku mau berangkat ke acara reuni, ketemuan di warung nya Tania yah…”



“Iya, aku juga mau berangkat..”



Setelah sampai di warung Tania, aku melihat Eka datang dengan lelaki bernama Bambang , aku berpikir itu pacarnya karena mereka selalu bersama waktu smp.



Eka : Hy yan, gimana kabarmu?



Ryan : Baik, jadi kamu datang berdua dengannya?



Eka : Iya yan, kamu sendirian saja?



Ryan : Ya, bisa dibilang begitu, “dengan wajah senyum



Tak lama kemudian Tania dan Lelaki itu juga ikut berbingang dengan kami,



Tania : Semuanya sudah datang ya, maaf yah acara reuninya diadakan di rumahku saja, karena warung sedang ramai.



Bambang : Kami mengerti Tan, ya sudah kita berangkat ke rumahnya Tania..







Eka membonceng Tania, dan aku membonceng Bambang. Kebetulan rumahnya tidak jauh dari warung. Saat diperjalanan aku berbincang dengan bambang, aku bertanya mengenai hubungan mereka. Bambang bilang mereka hanyalah teman, sudah lama putus.



Sesampai di rumahnya Tania, kami berkumpul dan berbincang, tak lama kemudian teman SMP yang lain datang, termasuk Rani. Suasana semakin ramai, Tania memesan kopi di warung dekat rumahnya. Karena aku akrab dengannya aku ingin membantunya.



Kami berdua pun pergi ke warung, dan setelah kembali teman-teman berpikir kami sudah berpcaran, padahal baru kenal seminggu yang lalu. Tak lama kemudian, Tania mengungkapkan kepadaku jika dia menyukaiku, dan dia berharap bisa jadi pacarku.



Aku menjawab iya, karena mungkin aku merasa kesepian dan hanya dia yang baik padaku, hari berlalu reuni kedua diadakan. Saat berkumpul kembali teman-teman sudah mengetahui tentang hubungan kami. Seperti biasa kami melakukan reuni, hanya sekedar berkumpul dan menghabiskan waktu bersama.







Sewaktu kerja, aku menerima chatting dari Eka,







Eka : Maaf, aku tidak yakin kamu menyukai Tania, karena sikap dinginmu padanya..



Ryan : Semua yang kau lihat belum tentu benar, hanya aku yang tahu soal itu..







Dalam benakku “Kenapa dia tahu tentang perasaanku yang seperti ini ? “



Suatu saat, aku pergi berkunjung ke temanku yang juga bekerja di software house, aku bertemu dengan sahabatku waktu SMP yang kebetulan dulu juga pernah ikut reuni, kami saling menanyakan kabar dan dia bercerita banyak waktu itu.



Nizar : Jadi kau masih bermain game online?



Ryan : Aku hanya merasa jenuh terus menerus menyelesaikan projectku..



Nizar : Haha, aku tahu kok son, kamu memang selalu menghabiskan waktumu seperti ini,



Aku dengar kau jadian ya sama Tania?



Ryan : Bisa dibilang seperti itu, dan soal hubungan asmaramu bagaimana?



Nizar : Saat ini aku sedang dekat dengan Eka, masih dua minggu,” Sambil tertawa







Seminggu berlalu, aku masih berhubungan dengan Tania, namun aku sadar dia terlalu kekanak-kanakan. Perkiraanku selama ini tentang dia adalah salah. Memutuskan nya lebih baik daripada harus menuruti semua keinginannya yang berlebihan.



Reuni yang rutin dilakukan dua minggu sekali, saat itu Eka tidak datang. Aku bertanya pada Nizar kenapa dia tidak bisa datang.



Ryan : Apa kau tahu kenapa Eka tidak datang?



Nizar : Dia bilang ada masalah pribadi, tadi dia bbm aku seperti itu.



Ryan : Hmm, jadi gitu ya.. aku sebenarnya sudah lama membenci Eka, tapi aku tidak tahu apa alasanku membencinya, aku harap kau tidak jadian dengannya, aku tidak sudi..



Nizar : Aku kaget mendengarnya, tapi dia gadis yang baik, dia tidak seperti yang kau bayangkan.. dan aku tidak menyukainya, jadi tidak mungkin aku jadian dengannya..



Ryan : Tapi aku tidak yakin tentang dia,







Setelah pulang ke rumah, tidak tahu kenapa aku selalu terpikir tentang Eka, lalu aku mencoba menelponnya. Kami saling berbincang-bincang lewat telpon waktu itu, memang dia ada masalah.



Aku berbicara padanya mengenai apa yang aku rasakan dan aku pikirkan tentang dia.



Melalui telepon:



Eka : Kenapa kamu bisa tahu tentang masalahku?



Ryan : Aku tadi bertemu dengan nizar, dia sedikit menceritakan tentang masalahmu. Aku hanya ingin sedikit membantumu..



Eka : Terimakasih yan atas simpati mu, tapi sekarang aku sekarang sedang tidak ingin di ganggu.



Ryan : Oh baiklah, nanti boleh ga aku ketemu dengan kamu?



Eka : Iyah boleh.



Beberapa hari berlalu, kami ketemuan di café kami saling bertatap muka. Aku sedikit grogi, kami berbincang satu sama lain namun itu pertama kalinya kita berbicara panjang.



Setelah mengetahui masalahnya seperti itu, aku meminta maaf karena sudah membencinya selama ini, dia sedikit terkejut mendengar pengakuanku. Namun dia memaafkanku.



Kami akhirnya pulang, kami sering menghabiskan waktu bersama jika ada waktu luang. Suatu saat dia bilang pernah menyukai Nizar namun dia tahu nizar tidak pernah menyukainya, aku turut prihatin padanya.



Ryan : Maaf mungkin ini akan menggagumu, tapi aku akan bilang.



Eka : Tak apa, bilang saja,, emangnya apa ?



Sony : Aku menyukaimu dan aku berharap bisa menjadi pacarmu, tapi jika itu mustahil bagiku, aku akan mengerti...



Eka : Aku tahu Tania adalah temanku dan sekarang mungkin dia akan berpikir aku merebutmu dari dia.. meski kalian sudah tidak ada hubungan lagi.. tapi jika kau berani bilang padanya jika kau menyukaiku, aku akan menerimamu.. tapi aku tidak ada perasaan sama sekali tapi aku akan mencoba untuk menumbuhkan perasaan ini..







Tepat malam tahun baru, aku mengatakan hal itu pada Tania, meski aku tahu dia akan membenciku, tapi aku harus mengatakannya.







Mendengar apa yang aku katakan, Eka tidak mempercayainya aku berani bilang hal itu pada Tania. Tapi itulah kenyataanya, tepat tanggal 3 Januari awal tahun, kami jadian. Kami sering keluar, dan menghabiskan waktu bersama, meski perasaanku tidak terlalu besar padanya, karena aku ini orang yang sulit mencintai orang lain.







Suatu malam, sepulang dari mall kami duduk di taman tak jauh dari parkiran.







Eka : Terima kasih untuk hari ini ya, aku senanng kamu mau menemaniku. “sambil tersenyum “



Ryan : Tidak masalah, aku juga senang menemanimu, jadi terima kasih kembali yah.







Kami berbicara lumayan lama, dan tanpa sengaja kami berbicara mengenai perasaan..







Eka : Aku minta maaf, sampai saat ini aku masih mengharap mantan kekasihku, meski kita sudah jalan.. aku masih sangat mencintainya, karena aku salah di masa lalu ..







Aku berpikir dan tersenyum padanya dan aku mengatakan.







”Semua bukan salahmu, cinta itu tidak bisa dipaksakan, sejak awal aku tahu ini akan terjadi, aku hanya ingin membantumu melewati semua ini, tujuanku hanyalah menghilangkan kesedihan dan trauma di masa lalu, tidak peduli apa yang aku rasakan sakit atau tidak, yang terpenting kau bahagia, karena aku tahu bagaimana perasaanmu.. “







Mendengar hal itu dia hampir menangis, dan merasa bersalah padaku. Memang sejak awal aku hanya ingin membantunya melewati semua itu, tapi aku tidak pernah menyangka perasaanku akan selalu tumbuh meski dia wanita yang pernah aku benci.







Sahabatku mengerti aku jadian dengan Eka, dia sedikit kaget tentang hal itu, dia berpikir bagaimana bisa seorang yang aku benci menjadi seorang yang aku cintai, tapi sahabatku mengucapkan selamat untuk hubungan kami.







Tania masih berharap padaku, dia selalu mengirimkan sms betapa dia menginginkan kesempatan kedua dariku, tapi aku sudah tidak bisa karena sudah sejauh ini, jadi mustahil bagiku menyerah.







Pada suatu hari Eka ingin bertemu denganku, namun keadaan waktu itu hujan lebat, aku bilang padanya untuk bertemu lain hari, tapi dia tidak mendengarkan.







Dia pergi dan menungguku di dekat rumahku waktu itu, aku kaget melihat sikapnya seperti itu. Hubungan kami tak terasa sudah begitu lama, dan suatu saat kami pergi ke kaki gunung untuk menikamti pemandangan bersama..







Ryan : Pada akhirnya keinginanku terkabulkan..



Eka : Apa maksudmu?



Ryan : Sejak dulu aku ingin melihat pemandangan seperti ini dengan orang yang aku cintai, dan sekarang terkabul.. mungkin terdengar aneh bagimu, tapi terima kasih yah..(sambil tersenyum)



Eka : Sama-sama, aku juga mau berterima kasih sudah mengisi hari-hariku, jadi aku tidak harus sendirian lagi..







Aku memegang tangannya dan menatap wajahnya, sambil tersenyum aku mengatakan..







Ryan : Dengar yah sayang, kau tidak harus berterima kasih, aku hanya ingin membantumu melupakan perasaan trauma dan rasa salahmu akan masa lalumu, aku berharap kau bisa mencintaiku kelak, jika tidak, aku harap kau bisa menemukan orang yang bisa membuatmu bahagia.. setidaknya aku tidak menyerah dan melakukan hal bodoh seperti masa laluku..







Dia menangis mendengar apa yang aku katakan, dia bilang juga mencintaiku dan ingin bersama denganku untuk setiap waktunya. Hari itu kami berjanji untuk menjalin hubungan sampai menikah, tidak peduli apa yang akan terjadi.







Tak lama kemudian, aku memberikan boneka yang cukup besar untuknya, melihatnya mulai tersenyum lagi, dan mulai melupakan masa lalunya, membuatku lega. Tanpa aku sadari, aku telah meninggalkan kebiasaan bermain gameku, dan mulai menghabiskan waktu dengannya juga teman-temanku.







Mantan kekasihku satu persatu mulai berdatangan, aku berpikir mungkin itu cobaan akan hubungan kami, tak sedikit air mata yang keluar dari kekasihku dan juga diriku, hanya untuk saling menepati janji meski ada hal yang membuat kami saling tersakiti.







Sekarang aku sadar, jangan pernah menyerah sampai akhir, dan cinta itu muncul bukan dari kemauan kita sendiri, tapi tanpa kita sadari kita ingin selalu bersamanya,dan terkadang ada ikatan batin satu sama lain.







Jangan menyesali masa lalu tidak akan pernah bisa diubah, lebih baik menjalani masa depan itu dengan sebaik mungkin, agar kita tidak kehila.














EmoticonEmoticon