Mengenal Konsep OOP (Polymorphism)

Selamat siang sahabat , jangan lupa untuk bersyukur yaa . Di postingan siang hari ini admin bakal ngelanjutin tentang konsep Object Orientied Programming atau OOP . Nah , kali ini mengenai Polymorphism . Check it out !!
Polymorphism merupakan kemampuan suatu method untuk bekerja dengan lebih dari satu tipe argumen. Pada bahasa lain (khususnya C++), konsep ini sering disebut dengan method overloading. Pada dasarnya, Python tidak menangani hal ini secara khusus. Hal ini disebabkan karena Python merupakan suatu bahasa pemrograman yang bersifat dynamic typing yaitu tidak memerlukan deklarasi tipe.
Polymorphism adalah suatu object dapat memiliki berbagai bentuk, sebagai object dari class sendiri atau object dari superclassnya
  • Overloading : Penggunaan satu nama untuk beberapa method yang berbeda (beda parameter)
  • Overriding : terjadi ketika deklarasi method subclass dengan nama dan parameter yang sama dengan method dari superclassnya.


Polymorphism berasal dari bahasa Yunani yang berarti banyak bentuk. Dalam PBO, konsep ini memungkinkan digunakannya suatu interface yang sama untuk memerintah objek agar melakukan aksi atau tindakan yang mungkin secara prinsip sama namun secara proses berbeda.

Keuntungan Pemograman dengan menggunakan Polymorphism adalah :
• Kita dapat menggunakan kelas-kelas yang kita buat (sebagai super kelas) dan membuat kelas kelas baru berdasar superkelas tersebut dengan karakteristik yang lebih khusus dari behaviour umum yang dimiliki superkelas.
• kita dapat membuat super kelas yang hanya mendefinisikan behaviuor namun tidak memberikan implementasidari metode-metode yang ada.Hal ini berguna jika kita ingin membuat semacam template kelas,kelas semacam ini disebut kelas abstrak karena behaviournya masih abstrak dan belum diimplementasikan.subkelas-subkelas dari kelas semacam ini yang disebut kelas konkret,mengimplementasikan behaviuor abstrak tersebut sesuai dengan kebutuhan masing-masing.
• Menghindari duplikasi object,kita dapat menciptakan class baru dari class yang sudah ada,sehingga tidak perlu menuliskan code dari nol ataupun mengulangnya, namun tetap bisa menambahkan attribute dan atau method unik dari class itu sendiri. Dalam konsep yang lebih umum sering kali polymorphism disebut dalam istilah satu interface banyak aksi.
Polymorphism dapat berarti banyak bentuk, maksudnya yaitu kita dapat menimpa (override), suatu method, yang berasal dari parent class (super class) dimana object tersebut diturunkan, sehingga memiliki kelakuan yang berbeda.

Pada dasarnya ada 2 tipe polymorphism, yaitu:

1. Static atau trivial merupakan, function overloading (penggunaan kembali nama fungi yang sama tapi dgn argumen yang berbeda) yang terbagi dalam 3 signature yaitu:
– Jenis Array

– Letak Array

– Type Array

Contoh function overloading :

void tambah (int a, int b);

void tambah(float d, float c);

2. Dynamic atau true Merupakan function overriding (sebuah fungsi dalam class turunan yang memiliki nama, return type argumen function yang sama dengan fungsi dalam class induk). Menggunakan virtual method.
Pure Virtual Method (tanpa function body)

contoh : virtual void jalan() = 0;

Squasi Virtual Method (ada function body)

contoh : virtual void info() {;}



Dari hasil yang kita peroleh di atas, dapat kita simpulkan sebagai berikut:

1)    Perihal polymorphisme:

        a)    Variable a dan c adalah tipe Alfabet dan juga Huruf. NAMUN, compiler mengetahui a dan c sebagai tipe Alfabet. Oleh karena itu ketika static (class) method dari masing-masing object a dan c dipanggil, yang dieksekusi adalah static method milik Alfabet, bukan Huruf. Hal ini dikarenakan pada saat compiling, pemanggilan method cetak2() dari a dan b dirubah menjadi Alfabet.cetak2() pada kedua kasusnya. Hal ini tentunya bertentangan dengan hasil running pada saat kita letakkan break point di atas yang menyatakan bahwa variable a dan c adalah tipe Huruf.

        b)    Variable a dan c memiliki tipe baik Alfabet maupun Huruf. Namun perlu diperhatikan bahwa setiap Huruf adalah Alfabet, namun setiap Alfabet belum tentu Huruf. Sehingga, kita tidak bisa menuliskan seperti di bawah ini karena compiler mengetahuinya bahwa c adalah tipe Alfabet sedangkan d adalah Huruf, tanpa mengetahui tipe setelah runtime.
     
   c)    Alfabet a = new Huruf() akan selalu memanggil constructor Huruf(). Ini adalah ketentuan baku syntax new yang menyatakan bahwa new membutuhkan postfix argument berupa constructor. Sehingga, walaupun ada tipe Alfabet pada pernyataan ini, namun yang dijalankan adalah constructor yang menjadi argument dari new, dalam hal ini constructor milik class Huruf.

2)    Perihal overriding dan hiding methods:
     
   Seperti pada tulisan sebelumnya dinyatakan bahwa pada overriden methods, yang dipanggil selalu adalah milik subclass. Hal ini sesuai dengan syntax yang kita gunakan juga, yakni misalnya c.cetak(). Pada hidden methods, yang dipanggil tergantung siapa yang memanggil. Sebagai static method, pemanggilannya harus disertakan class yang dimaksud, yakni Alfabet.cetak2() atau Huruf.cetak2(). Oleh karenanya hasil yang diberikan adalah sesuai dengan definisi method dari class yang dipanggil.

Contoh Program Menggunakan C# : 

Hasil Program nya .. 
Contoh Program Menggunakan C++ 


Alhasil .. 

Contoh Program Yang Menggunakan Java ...



Hasil Program nya ...


Nah , itu mengenai Polymorphism sahabat . Kita lanjut lain waktu yaa , soalnya admin kebelet kencing . Salam Opreker ~


EmoticonEmoticon