Sebuah Amanah Baru

Sebuah Amanah Baru

Oleh: Ivan Sulistyo Suratno
Pada pagi hari yang cerah. Berangkatlah anak muda yang keren,gembira,asyik dan juga pandai untuk pergi kesekolah. Ia mempersiapkan diri untuk melaksanakan ujian di hari akhir dengan semangat dan giat belajar pada hari sebelumnya. Di jalan ia bertemu dengan temanya dan saling sapa dan berjaba tangan.
Sesampainya di sekoah ia langsung masuk kelas dan mempersiapkan barang-barang yang akan diperguankan untuk kegiatan ujian. Seorang anak pramuka yang baru saja menyelesaikan ujian di hari akhir, tiba-tiba ia di panggil oleh temanya.

cerita pendek bertemakan amanah


“Hey usman sini man, ada yang mau aku bicarakan kepadamu.” Seru temanya.

“Oh iya ada apa ali ?? ” kata usman.

“Kamu di panggil oleh bapak pembina tadi. Cepat kamu kesana, kamu di tunggu di depan ruang informasi.”
Seketika usman bingung, tak biasanya usman di panggil oleh bapak pembina.

Setibanya usman di depan ruang informasi, yang di sana bapak pembina telah munuggu usman dengan wajah yang sanggar dan juga garang. Membuat hati usman semakin tidak enak dan juga detakan jantung usman bertambah cepat hingga susah untuk di kendalikan. Setibanya di hadapan bapak pembina usman di persilakan untuk duduk di depan bapak pembina. Usman di tanya-tanya tentang kegiatan, pengalaman dan pengetahuan usman terhadap kegaiatan pramuka. Usman menjawab semua pertanyaan bapak pembina dengan lancar tegas dan tidak terbata-bata. Hingga saat bapak pembina juga bertanya.

“Usman menurut kamu siapa diantara anak pramuka yang tepat/pantas untuk menjadi seorang ketua di pramuka di sekolah ini ?? ” tanya bapak pembina.

Usman pun menjawab. “emmm yang cocok untuk menjadi ketua pramuka di sekolah ini mungkin ali pak.”
Bapak pembina mulai menambah banyak pertanyaan lagi terhadap usman. Hingga saat bapak pembina menyatakan/menggeluarkan pernyataan.

“Man kamu adalah anak yang tepat untuk menjadi seorang ketua di pramuka. Terlihat dari bagaimana bapak telah bertanya banyak pertanyaan kepadamu dan kamu mampu menjawab pertanyaan bapak ”
Seketika usman kaget dan binggung apa yang harus dia lakukan, apa yang harus ia perbuat untuk menjadi seorang ketua. Usaman pun tak ingin menjadi seorang ketua.

“Waduh pak kenapa harus saya, saya tak mau pak untuk menjadi seorang ketua lagi pula ilmu,pengetahuan dan keterampilan saya dalam pramuka juga belum terlalu saya kuasai. Saya mohon pak jangan jadikan saya sebagai ketua, dan masih banyak teman ¬¬¬¬¬¬ yang memiliki ilmu lebih di bandigkan dengan saya.” Seru usman kepada bapak pembina.

Usman pun bingung,takut,malu dan taktau apa yang harus ia lakukan. Dan apalagi jika ada anak/anggota pramuka yang tidak nurut atau menghargai seorang pemimpin.

Bapak pembina pun juga memberi saran/arahan kepada Usman.

“Jadi seorang pemimpin itu harus belajar, lihatlah pak Joko Widodo dulu dia adalah seorang walikota di daerah jawa tengah, lalu dia dapat menjadi seorang gubernur di jakarta dan kini pak Joko Widodo menjadi tokoh ternama di Indonesia. Dia menjadi seorang presiden. Nah maka dari itu usman harus belajar memimipin, supaya nanti kalau sudah besar usman sudah terbiasa memimpin dan mudah mudahan usman juga bisa sepeti bapak jokowi. Nah jadi ketua juga harus menggerti keadaan/perasaan yang sedang di rasakan oleh anggotamu. ”

Setelah mendengarkan penjelasan dari bapak pembina Usman pun masih ragu dengan keputusan yang akan di ambil oleh Usman. Apakah dia mau menjadi seorang ketua di pramuka atau tidak akan mau untuk menjadi seorang ketua.¬¬¬¬

Tak lama kemudian hati Usman pun terbangun dia berfikir dalam benak fikirannya ‘jika tidak ada yang memimpin mau di bawa keman pramuka di sekolahan ku ini.’ Degan kesunguhan hati usman pun bersedia untuk menjadi seorang ketua di pramuka.

“Pak insya allah dengan ini saya siap untuk menjadi seorang ketua di pramuka. Semoga amanah dari bapak ini dapat menjadikan saya menjadi orang yang bisa membanggakan di hari ini dan sampai kemudaian hari.” Kata usman.

“Ok Usman tetap semangat dan sabar dalam membawa amanah. tingkatakan prestasimu baik akademik mapun non-akademi.”

Lalu Usman pamit pergi meninggalkan bapak pembina untuk kembali kerumah. Dengan amanah baru ini usman akan memipin kurang lebih satu periode kedepan di kegiatan pramuka di sekolahnya.


EmoticonEmoticon