Manis Selalu Bersama Madu

Manis Selalu Bersama Madu
oleh Yulian Rizki Nugraha

Di suatu kota ada seorang pria, bernama Priyo. Dia bersekolah di suatu SMA di kota tersebut dan duduk di kelas dua. Orangnya biasa- biasa saja, pendiam dan sedikit pemalu. Dia biasa berkumpul dengan keempat temanya ketika ada waktu luang di sekolahnya dan mereka saling berbagi cerita. Suatu hari ketika sedang ada kegiatan di lapangan sekolahnya, Priyo melihat sebuah gadis dari atas yang membuat hatinya berbunga-bunga. Lalu ketika dia berkumpul dengan kelima temannya, ia menceritakan hal itu ketemannya ke pada teman-temannya.

“Bro, dia cantik ya?” dengan malu dan pelan.

“Yang mana?” jawab Andi.

“Yang itu tuh,” sambil menunjuk.

“Masa sih cantik?” tanya Budi.

“Iya dia mirip perempuan yang aku sukain waktu SMP,” jawabku.

“Ketemu dimana tuh?” Tanya Rai.

“Barusan ngeliat dari atas,” jawabku.


Manisnya madu

Setelah dia bercerita, dia berusaha mencari cari nama wanita yang disukainya. Dia sering melihat perempuan itu, namun dia belum juga mengetahui namanya. Lalu dia memikirkan bagaimana caranya agar mendapatkan namanya. Lalu dia menemukan sebuah cara untuk mengatahui namanya. Ketika dia berjalan di lantai satu , dia melihat perempuan itu dan melakukan cara yang telah dia rencanakan. Lalu dia melihat namanya yang terdapat di kartu identitasnya. Dia sempat lupa karna hanya melihat nama itu dengan sekilas. Namun, ketika ada sebuah jadwal kegiatan rutin yang dikerjakan di sekolahnya, dia melihat jadwal tersebut dan mengetahui bahwa dia satu kelompok dengan perempuan tersebut.

Ketika sudah hari H dia lupa bahwa dia satu kelompok dengannya.

“Oh iya, dia kan satu kelompok dengan aku,” gumamnya.

Dia langsung mengisi daftar hadir, lalu melihat nama perempuan tersebut, lalu menghapalkan nama perempuan tersebut. Dia bersikap seperti biasa, namun dia berusaha menjaga agar tidak kelihatan bahwa dia memendam rasa pada wanita itu.

Hari pertama Priyo sangat dingin. Priyo sempat bertemu dengan salah satu temannya, lalu dia bercerita dengan temannya bahwa wanita itu satu kelompok dengannya.

“Bro liat tuh perempuan, dia satu kelompok sama aku,” ucapku.

“Yang mana sih?” tanya Putra.

“Itu yang lagi baca mading,” jawabku sambil menunjuk.

“Ohh itu, itu kan adenya temen saya.” Jawab Putra

“Iya tah?” Tanyaku..

“Iya, serius,” jawabnya.

Hari kedua dia mulai mendekatinya, berbincang dengannya dan berbuat jahil dengannya agar bisa lebih dekat. Hari ketiga adalah hari terakhir, Priyo sudah mulai dekat dengannya dan dia berbuat jahil agar bisa lebih dekat lagi. Dia sebenarnya sangat sedih karna itu merupakan hari terakhir untuk bersama dengan si perempuan itu.

Ketika malam hari di hari ketiga, perempuan itu mulai menghubungi lewat akun sosial. Dan priyo mulai mengajak chat lewat akun sosial tersebut. Semakin hari semakin dekat lewat akun sosial tersebut. Mereka selalu berbagi cerita dan setelah tiga hari, Priyo bercerita tentang isi hatinya ke perempuan tersebut. Tenyata mereka saling menyukai, setelah perempuan itu juga menceritakan isi hatinya bahwa dia menyukai Priyo. Mereka menjalin hubungan tak lebih dari teman biasa.

Mereka baru dekat selama beberapa minggu. Namun cinta mereka sudah diuji. Perempuan itu mendapat nilai yang kurang baik, setelah berteman dengan Priyo. Hal itu yang membuat pertemanan mereka bermasalah. Hubungan mereka menjadi kurang baik. Awalnya Priyo merasa aneh dengan tingkah laku perempuan itu. Namun setelah Priyo menyeledikinya, akhirnya dia mengetahui penyebabnya.

Semakin lama mereka semakin menjauh. Priyo berusaha tegar dan bisa mengiklaskannya. Priyo berkomitmen untuk berusaha agar tidak mengganggunya lagi selama di jenjang pendidikan.

“Aku akan berusaha agar tak menganggunya lagi, agar dia bisa fokus belajar dan tidak semakin menjauh,” gumamnya.

Dia sudah berusaha untuk melupakan perempuan itu selama 4 tahun , namun dia tidak berhasil melakukan itu. Priyo kini telah mempunyai karir yang sukses di kota lain, dia berhasil mewujudkan cita-citanya dan telah menjadi tenar. Namun Priyo masih sendiri, belum mempunyai pasangan, dia belum pernah jatuh cinta kepada perempuan lain. Mungkin karna dia masih mencintai perempuan itu.

Priyo menjadi risau di tempat kerjanya. Lalu teman baiknya mendekatinya lalu menanyakan.

“Apa yang terjadi?” Tanya temannya.

Namun Priyo berusaha menutupinya karena malu. Setelah temannya memaksa , akhirnya dia menceritakan masalahnya kepada temannya di tempat kerjanya.

Lalu temannya memberi saran.

“Bagaimana kalau kamu kejar lagi cintamu itu,” saran temannya.

“Tapi aku takut,” jawabku.

“Kenapa takut? ” Tanya temannya.

“Aku takut gagal lagi,” jawabku.

“Sudah lakukan saja, berhasil atau gagal itu belakangan. Tapi kamu harus optimis berhasil, siapa tau itu emang jodoh kamu,” jawab temannya.

“Baik lah, akan ku coba.” Jawab Priyo dengan semangat.

Dia menuruti saran temannya itu, lalu dia kembali ke kota asalnya untuk mengejar cintanya. Dia berusaha mencari perempuan itu. Setelah beberapa minggu, usahanya tak sia-sia. Dia berhasil menemukan perempuan itu.

Priyo mulai menghubingi perempuan itu. Perempuan itu ternyata menunggu Priyo karena sebenarnya dia masih mencintai Priyo. Mereka mulai dekat kembali. Semakin lama, mereka semakin dekat. Tiga tahun kemudian mereka melanjutkan hubungan mereka ke pelaminan.

Mereka kembali bersama setelah berpisah dalam waktu yang lama, mereka hidup menjadi keluarga yang bahagia. Mereka ibaratkan manisnya madu. Manis tak akan jauh dari madunya. Jika manis menjauh, pasti akan kembali lagi kepada madu. Karena madu dan manis selalu bersama.


EmoticonEmoticon