Cerpen: Penantian Panjang

PENANTIAN PANJANG
Oleh : Aldan Rizki Santosa
Hidup ini adalah sebuah penantian yang harus gua hadapi. Entah akan berakhir happy ending atau sebaliknya, tapi kurasa perjalanan hidup diriku yang tak menentu ini membuat gua ragu akan cerita hidup yang berakhir dengan sempurna. ~

Penantian

Gua tutup buku harian yang hampir memenuh, sekarang gua tatap langit malam yang sangat menenangkan dengan bertaburan bintang malam yang membuat gua sangat iri kepada sang kegelapan.

*Flashback

“Aku selalu suka bintang malam” ucap seorang anak perempuan yang terlihat cantik dengan poninya.

“Kalo kamu suka apa?” tanyanya kepada orang di sampingnya.

“Aku suka matahari” jawab anak pria yang di samping anak perempuan tersebut“Kenapa matahari?” tanya anak perempuan itu kembali

“Karena cahaya yang ada di bintang itu adalah milik matahari” Terang si pria sambil menunjuk langit malam

*Flashback off

“Dimana kamu sekarang Ka” Gumamku berbisik sambil terus melamun, yang tentunya menatap bintang itu.

Dengan cepat aku langkahkan kaki ini ke dalam sekolah untuk ke kelas XI-3 yang berada di lantai dua SMA Negeri 3. Dengan khawatir aku mulai memasuki kelas, takut jikalau guru yang mengajar sudah masuk ke dalam kelas.

Setelah mengecek dalam kelas akhirnya kini aku bisa bernafas lega, karena guru yang telah terjadwal belum memasuki kelas. Aku edarkan lagi pandanganku untuk melihat di dalam kelas, dan mulai berjalan dengan santai mendekati bangku dimana biasanya aku duduk.

Mungkin hari ini adalah hari keberuntunganku, karena tidak terlambat datang ke sekolah yang seharusnya sudah ditutup. Dan karena semalaman aku memikir kan dia, membuat aku bangun kesiangan.

Setelah sampai di tempat duduk, kuhempaskan tubuh ini untuk menenangkan diri, karena aku rasa tenagaku sedikit terkuras oleh aktivitas tadi.

“Goy?Ngape telat lu?” Tanya seseorang di sisi kiri tepat dimana aku berada

“Telat Bangun gua kuy.” Jawab ku kepadanya. Sedangkan dia hanya mengangguk anggukan kepalanya, dan tak berniat bertanya lagi karena guru mulai memasuki kelas.

Di dalam pelajaran kali ini aku tidak fokus untuk belajar, hanya banyak untuk melamun. Entah karena semalam aku mengingat kejadian 2 tahun yang lalu itu, sehingga sekarang aku menjadi kepikiran dengan kabarnya.

“Gua kangenlu Ka” Dalam benakku bergumam.

Flashback on

“Maaf Ga… Aku harus pergi” terang Azka kecil, sambil mengeluarkan butir air mata.

“Kenapa Ka?” Bilang gua ke dia.

“Aku harus pergi! ” Jawab azka.

“Kenapa bisa gitu? ” Tanya gua bingung.

“Sekarang aku udah sama yang lain tolong kamu pergi dari hidupku jangan kembali lagi.” Jelas azka yang sekarang sudah menangis.“

"Ohhh gitu ka? oke gapapa kok ,kamu sekarang sama siapa? kenapa nangis?bukannya aku yang yang harunya kecewa sama kamu?” Jelas Gua ke Aka.

 “Pokoknya pergi” Jelas aka sambil pergi niggalin gua.

*Flashback off

Kini sejak kejadian itu, gua selalu menatap bintang malam hanya untuk melepas rindu kepada Aka. Sehingga beberapa saat lamunan ku tersadar ketika suasana kelas menjadi gaduh tak karuan. Dan dengan cepat gua mencari apa yang membuat kelasku menjadi ribut. Degg Seketika mata ini membulat tak percaya dengan pemandangan di depan kelas itu. Wajahnya tak banyak berubah setelah dua tahun tak bertemu. Senyuman itu masih sama dengan mata yang teduh membuat siapa saja yang menatapnya akan merasa nyaman.

Dia orang yang selama ini gua tunggu. Iya.. kini ia kembali sebagai murid baru di sekolah ini, ah tidak! tepatnya di kelas gua. Gua merasa senang dan teringat 2 tahun lalu.

Tringggg ... Tring Tanda bel istirahat terdengar di seluruh penjuru sekolah. Dengan cepat semua siswa berhamburan pergi ke kantin, tak terkecuali murid yang berada di kelasku. Kini bisa gua tebak mungkin hanya tinggal beberapa orang yang memilih untuk diam di kelas dan sibuk dengan aktivitasnya masing masing.

Seperti biasa gua hanya duduk di tempat yang sama, terdiam dan melamun yang menjadi kebiasaan gua setelah dua tahun terakhir. Teman sekelas gua sekali pun tak heran dengan sifat gua ini. Karena mereka tau sejak gua Broken home, dan Ayah yang selalu tidak punya waktu untuk gua ,sehingga membuat sifat gua berubah menjadi dingin dan pemurung.

“Ega” Seseorang mampu membuyarkan lamunan gua kini

“Lu Ega kan?” Tanyanya kepada gua.

Gua kenal suara ini dan gua meliriknya untuk menatap sumber suara itu

“Iya gua Ega ,Lu Azka kan ?” Jawab ku sedikit meyakin kan

“Iya, Gua gak nyangka yah kita bisa ketemu lagi Ga” Senyumnya kepadaku.

Tapi aku keingat 2 tahun lalu dia pegi gitu aja ,masih menyisakan bekas luka yang mendalam buat gua. Tapi mungkin karna gua bener-bener cinta ama dia ,akupun terbawa suasana. Layaknya teman lama yang seperti 1000 tahun ga ketemu. Hampir setiap hari gua banyak mengobrol sama dia.

Gua sadar bahwa kepergiannya waktu itu membuat kehidupanku sedikit berubah, dan belum juga ditambah harus kehilangan seorang ibu yang berarti di hidupku. Kejadian ini membuat Gua putus asa dan beranggapan bahwa Tuhan telah tega mengambil semua orang yang gua sayang.

Hari demi hari setelah Azka kembali, sifatku pun sedikit berubah. Entah mengapa aku sekarang mulai merasa bahwa orang yang memiliki arti di hidupku setelah ibu telah kembali. Orang yang mampu membuat hariku begitu berwarna, dan hidup kembali.

Kini sekarang kita sering melakukan kebiasaan yang dulu dilakukan saat kita kecil. Belajar hingga bermain bersama, seperti malam ini gua sedang bersamanya untuk menghabiskan waktu bersama.

“Azka? ” Panggil gua yang tanpa menengok ke arahnya

“Hmmm” Jawabnya

 “Gua mau tanya sama Lu?” Dengan ragu ragu aku mengatakannya. Sedangkan Azka terdiam beberapa waktu sehingga keheningan tercipta

“Kenapa?“ Kini ia menoleh ke arah gua

“Waktu itu kenapa lu pergi?” Jawabku penuh harap dan sekilas gua melihat dia termurung.

“Maaf” Jelasnya kepadaku sambil pergi pulang, entah ada apa dengannya.

“Azkaa?”

Kini aku tertunduk menatap bawah, gua bingung. Maaf? Apa itu?maksudnya apa? Sekarang gua rasa, gua lemas akan perkataan yang diucapkan Azka. Ada Apa dengan azka? Jika dia memang sudah memiliki yang lain tak apa ,kita masih bisa berteman kan?. Oh tuhan tolonglah beri aku sedikit penjelasan.

Keesokan harinya

Hari ini sekolah masuk seperti biasa ,tapi gua belom liat azka. Kemana dia hari ini? Mungkin dia gamasuk. Setelah beberapa saat gua denger kabar dari teman sebangkunya kalo dia sakit. Mungkin dia cuma kecapean ,semoga dia besok sehat. Keesokan harinya gua masih belon liat azka muncul ,gua memutuskan hari ini mau jenguk dia ke rumah sakit.

Tring...Tring...Tring (Bel Berbunyi) Tanda Sekolah sudah usai.

“Akhirnya”Kataku.

Langsung kupacu motor cb100 ku ,mungkin dengan kecepatan maksimal ,berharap gua bisa langsung ketemu azka ,gua sangat rindu dia. Setelah gua sampai gua ketuk pintu rumahnya. Ternyata di dalam rumahnya kosong. Tiba tiba ,datanglah pembantunya. Lekas gua tanya pembantunya,

“Maaf bu? Akanya kemana yah?”

"Non Azkanya lagi di rawat mas dirumah sakit salak”Kata ibu itu.

“Lohh dirawat ?Dia sakit apa?”tanya gua.

“Kata dokternya ,dia sakit kelainan jantung mas ,dia udah berjuang 2 tahun ini . sampai kata dokter hidupnya mulai dari hari ini tinggal 2 hari terakhir lagi mas.”Jelas ibu itu.

Guapun lemas, gua serasa gabisa berdiri lagi. Bener bener sakit rasanya. Kenapa dia ga pernah cerita? Gua pun langsung tancap gas ke arah rumah sakit tersebut. Dan gua langsung cari pasien dengan nama Azkara Aulia. Setelah dapat gua langsung pergi ke kamar passiennya, dan gua dapati dia sedang duduk membaca buku di ruang VIP sendiri. Dengan berat gua panggil dia,

“Aka?”.

Diapun menolehkan kepalanya dan terlihat seperti kaget,

“Ega?”
“Ada apa Ka? Kenapa Lu gapercah cerita lu sakit ? Oke ,gua memang bukan lagii pacar lu ,tapi seengganya kita bisa berteman kan ?tolong ka cerita sama gua ,lu bener bener brarti buat gua"

Tiba tiba azka menjatuhkan lagi air matanya dan berkata ,

“Maaf”

 Gua bener bener bingung,

 “Ada apa?”kata gua.

Azka berkata,
“Hari itu ,hari dimana aku mutusin kamu ,aku divonis dokter ,aku memiliki kelainan jantung. Hidupku divonis tinggal 1 tahun lagi ,aku takut dan ketika itu aku hanya kepikiran kamu. Ga ada yang lain lagi. Aku takut ngecewain kamu ,lalu aku putusin buat putusin hubungan kita. Aku sudah berobat ke singapura selama setahun ini. Tapi ga pernah ada hasil ,akupun sudah kehabisan akal dan akupun hanya ingin bersamamu lagi untuk terakhir kalinya"

Guapun gau bisa nahan air mata ,untuk pertama kalinya setelah ibu pergi ,gua baru lagi menteskan air mata.

“Maaf ya Ga”. Itu kata kata terakhirnya.

Tiba tiba azka jatuh dan pingsan ,guapun langsung manggil dokter. Dan setelah itu dokterpun bilang ke gua. Azka udah ga ada. Lutut gua lemes ,seakan besok akan terjadi kiamat. Gua udah gabisa lagi membendung air mata gua. Azanpun berkumandang. Aku langsung pergi ke tempat ibadahku. Dalam lamunan aku tak sadar bertanya pada tuhan,
“Ya tuhan kenapa? kenapa kau mengambilnya dariku? Apa kau iri padaku karna aku lebih mencintainya dari pada engkau?” Tak sadar aku meninju tembok beton yang ada di hadapanku hingga tanganku berdarah dan tembok sedikit retak. Akupun tersadar ,itu jawabannya . AKU TERLALU MENCINTAI AZKA DARI PADA PENCIPTAKU SENDIRI. Kini aku tahu ,maafkan aku ya allah. Akupun pasrah dan aku mendoakan dia. Ketika aku kembali sudah banyak orang ramai di kamar azka, mungkin keluarganya ,dan akupun bertemu ibuny azka. Ibunya memeluku ,dan aku tak berkata sedikitpun mungkin karna aku belum sadar seperti terasa mimpi.

Kemudian ibunya berkata,
“Azka benar benar sayang kamu” sambil memberi sebuah buku ,sepertinya buka yang tadi dibaca oleh azka. Ibunya pun memberikan bukunya ke gua.

“Ambil ini ga ,mungkin hanya ini yang bisa tante bantu untuk kalian ,besok tolong hadir dipemakaman azka ya ga”. Seakan tak sadar aku mengambilnya dan berkata “Terima kasih tante” sambil mengambilnya dan tak bisa membendung air mata lagi.

Guapun pamit. Dan gua segera pergi ke rumah. Segera kupacu motor cb100 ku dengan kecepetan 100 km/jam. Sampai akhirnya gua sampai di rumah. Gua putuskan untuk langsung tidur berharap semua ini mimpi.
Aku terbangun ,waktu menunjukan pukul 01.00 WIB .dan akupun teringat akan azka yang sudah tiada. Aku masih tak percaya hingga kini ,sampai akhirnya aku check facebookku yang sudah lama tak pernah aku gunakan. Akupun melihat timeline azka ,ada ucapan innalilahi dan ucapan perpisahan untuk azka. Aku memerika emailku yang sudah lama tak aktif. Tiba tiba ada 1 buah pesan yang belum terbuka ,itu ternyata dari azka. Dia memberi aku pesan itu tercatat 08/08/16 dan gua membukanya itu pesan terakhir dari azka ,sehari sebelum dia meninggal. Aku pun terharu menangis disaat membaca pesan tersebut.


EmoticonEmoticon