Cerpen: Dalam Diam Aku Mencintainya

Dalam Diam Ku Mencintainya
Oleh: Nabila Nur Jayanti

Pagi yang dingin terasa menyelimuti Bandung hari ini. Awan mendung pun siap untuk memuntahkan air yang telah dikandungnya dalam bentuk butiran bening air yang tak begitu deras. Hanya gerimis yang datang. Mungkin awan itu pun tak ingin terlalu kasar mengawali pagi di Bandung. Mungkin juga tersimpan berjuta sesal dalam awan itu karena telah menggusur keberadaan mentari pagi yang bertahta.

ceria diam diam aku cinta padanya

Bandung, kota di yang begitu ramai sepagi ini. Langkah cepat rakyatnya menandakan kedisiplinan yang tertanam sejak belia., Dari keramaian Bandung di pagi hari, terdapat sebuah rumah kecil yang tak begitu megah dengan dua orang wanita yang meninggalinya.karin dan putri , begitulah nama mereka. Putri yang terbiasa melakukan sholat tahajud pada pukul 02.00 telah bangun sedari tadi dan tengah melakukan aktivitas rutin setiap pagi nya.

Putri telah menjadi nama panggilannya sedari kecil. Gadis ini tersentak kaget ketika seseorang menepuk bahunya dari belakang sofa empuk putih yang ia tempati untuk Merapihkan baju yang telah ia lipat.

“Masih pagi loe udah bangun Put” Ujar Karin yang tak sepenuhnya mampu membuka kelopak matanya lebar-lebar, masih setengah mengantuk berjalan sempoyongan meninggalkan biliknya dan menuju ke arah Putri.

“Yee, gue kan tiap hari bangun pagi, Rin. Emangnya loe. Udah sana gih ambil wudhu dan cepet sholat, entar keburu abis waktu shubuhnya” Ujar putri. .

“Oiya, hampir lupa gue” Sahut Karin dan langsung bergegas cepat menuju kamar mandi.
Putri dan Karin telah berkarib sejak lama, bagaikan memiliki darah yang sama dan sama-sama mengalir pada tubuh mereka. Sudah sangat dekat dan begitu lekat, meskipun sifat keduanya sedikit berbeda.

Karin yang berusia 3 bulan lebih tua dari Putri, merupakan gadis manja yang cantik dan manis. Rambutnya pendek sebahu, tak pernah membiarkan poninya terurai menutupi keningnya yang datar, selalu menjepitkan jepit hitam di sebelah kanan dan menyibak poninya. Jadi tampak begitu manis. Kalau sifat manjanya, mungkin karena dia anak tunggal dan merupakan gadis yatim sejak usia 5 tahun.

Mamanya bekerja mati-matian sepeninggal papa karin, dan mungkin juga karena salah didikan dari mama Karin yang begitu sangat-sangat menyayangi dirinya. Semua keinginan Karin selalu terkabul dan jarang sekali Karin terlihat mengeluh pada mamanya. Sedangkan Putri , gadis cantik berkulit putih dan mengunakan hijab simple , membuatnya terlihat muslimah dan cantik . Dia putri kedua dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya telah mengarungi bahtera rumah tangga selama 3 tahun ini. Adiknya masih duduk di bangku SMA.

Meskipun Putri tergolong orang kelas atas, tapi dia tak pernah menumbuhkan sifat manja pada dirinya. Dia pekerja keras. Di Bandung dia tidak hanya seorang mahasiswi, tapi juga seorang pegawai di sebuah kafe makanan ringan ternama di Bandung. Makanannya berupa hot dog, cappuccino, bread burn, sandwich, dan pancake. Cukup menggiurkan jika untuk di nikmati bersama keluarga, kawan, atau kekasih.

Walau berbeda sifat, mereka sebenarnya dua cewek yang baik dan ramah. Mumpung sedang cuti kuliah, Putri memanfaatkan waktu luangnya sebaik-baik mungkin. Sepulang kerja, tak lupa ia selalu belajar materi kuliahnya. Sedangkan Karin, mungkin setiap hari dia akan mengunjungi kafe-kafe ternama di Bandung.

Karin pun tak pernah lupa untuk mengunjungi Putri di kafe. Makanan favoritnya adalah pancake blueberry dan cappuccino hangat. Dan selalu mencurahkan isi hatinya tentang pria yang ia kagumi selama ini yang begitu dekat dengan Putri juga Karin. “Reynand” laki-laki blasteran antara Indonesia dan Australia yang sejak SMA telah menetap di Bandung bersama paman dan bibinya.

“Put, gue tuh pengen banget rey tau soal perasaan gue selama ini” Ujar Karin penuh harap sambil memakan potongan pancake yang ia potong. rey adalah nama kecil reynand.

“Kalau loe pengen, loe harus usaha dong Rin. Jangan cuma ngomong ke gue, ngomong aja ke Rey. Gue yakin dia juga punya perasaan yang sama ke loe” Jawab Putri dengan tulus, walau hatinya sakit.

“Hmm.. udahlah jangan ngomongin Rey dulu. Gue pengen tau cowok yang loe taksir Put, siapa sih dia?” Tanya Karin paksa.

“Gue udah bilang sama loe kan, Rin. I don’t like to any boy here” jawab Putri tanpa memandang sahabatnya.

“Really? Ya udah gue nggak mau maksa” Sahut Karin sambil meneruskan makannya.

Tak mungkin Putri akan memberitahukan perasaannya selama ini pada Karin. Karena laki-laki yang ia dambakan selama ini adalah Reynand, teman sekampusnya dan Karin, yang juga pria pujaan hati Karin. Selama ini, Putri memang selalu mengalah pada Karin.
Keesokan harinya.

Putri sedang berjalan menuju kafe tempatnya bekerja. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan Rey. Dan, Rey mengajaknya untuk membicarakan sesuatu yang amat penting pada Putri.

“Put, gue mau jujur sekarang” Kata Rey memulai pembicaraan.

“Jujur tentang apa? Gue nggak ngerti” Balas Putri.

“Gue.. gue, gue suka sama Karin” Kata Rey lirih namun penuh harap.

“Apa?” Ujar putri kaget.

“Yes, I like Karin. I love Karin. I want to Karin to be my affair” Kata Rey lagi. Hening. Tak ada jawaban dari Putri.

“Okay, I will tell it to Karin. Loe tenang aja. Gue kerja dulu ya. Good morning, Rey” Kata Putri dan berlalu pergi meninggalkan Rey yang masih duduk di kursi taman.

Dia berlalu sambil menangis. Tak mampu lagi ia membendung air mata kecewa ini. Rey adalah cinta pertamanya, Rey adalah orang pertama yang mampu menyentuh hatinya. Dia bahkan belum pernah berpacaran. Walaupun parasnya lebih cantik dibandingkan Karin dan sudah banyak menerima pernyataan cinta dari kaum Adam, tak satupun yang mampu menggoyahkan hatinya. Baru kali ini ia merasakan jatuh cinta dan rasa ingin memiliki. Tapi, harapannya telah kandas di tengah jalan.
Rey tak pernah menaruh hati pada Putri, dia hanya menganggap Putri sebagai seorang teman saja, tidak lebih dari itu. Dia sudah berusaha untuk menghentikan tangisnya, tapi malah semakin pecah dan parah. Putri tau rasa cinta yang ia miliki untuk Rey itu jauh lebih besar daripada milik Karin. Tapi, Rey tidak bisa melihat itu semua.

Sesampainya di kafe, ia tak ingin semua pegawai atau bahkan bosnya tau kalau dia sedang ada masalah. Dia berusaha untuk terus melampirkan senyum manisnya walau matanya terlihat merah. Namun, Sarah tau kalau Putri habis menangis. Sarah adalah teman dekat Putri di kafe. Dia tidak kuliah.

“Kamu baik baik aja , Put? Kenapa menangis ?” Tanya Sarah.

“Aku baik baik aja. Jangan khawatir, aku tidak menangis ” Jawabku.

“Beritahu aku, Put” Paksa Sarah.

“Jangan ganggu aku sar, please. Aku engga kenapa kenapa , aku mau kerja dulu . ” Kata Putri dan berlalu pergi.

Setelah pulang kerja dan sampai dirumah, Putri segera menyampaikan semuanya pada Karin. Bukan main senangnya Karin, dia langsung menjingkat dan melompat-lompat di atas sofa yang mereka duduki. Dia terlihat begitu girang, sedangkan Putri hanya tersenyum kecil melihat tingkah sahabatnya yang sebenarnya sungguh memilukan perasaannya.

“Putri,gue seneng banget. ” Jawab Karin sambil terus tersenyum.

“Ya gue juga seneng. Gue masuk dulu ya” Kata Putri dan berlalu pergi menuju kamarnya.

Karin hanya tersenyum sedari tadi.

Dia menutup pintu kamarnya dan langsung membaringkan tubuh indahnya diatas spring bed gambar baby bear berwarna ungu. Dia mengambil sebuah boneka beruang yang cukup besar jika untuk dipeluk seorang manusia berwarna coklat muda dan menumpahkan ribuan tetes air matanya pada boneka itu. Kasihan sekali. Cinta pertamanya harus bertepuk sebelah tangan. Gadis cantik ini memang selalu mengalah pada sahabatnya, Karin.

Kini dia hanya bisa menangis merenungi nasib cintanya yang tak pernah digubris oleh Rey. Tapi, dia juga ingin bahagia demi Karin. Dia akan terus berusaha tuk selalu tersenyum.

Akhirnya malam pertemuan pun tiba. Karin dan Rey telah bertemu di dalam keramaian suasana Bandung malam ini. Putri hanya bersembunyi di balik keramain para warga bandung yang berlalu lalang. Tapi meskipun dalam keadaan ramai, Putri tetap bisa mendengar pembicaraan antara Rey dan Karin.

“I Love You, Rin. Aku tau jika perasaanku ini sedikit konyol. you are my friend, but I love you so much. I want to make you to be my affair, you want?” Tanya Rey sekaligus memohon pada Karin. Putri mendengarnya dengan saksama meski Rey menggunakan bahasa Inggris. .

“Yes, Rey , I want. I love you too” Begitulah jawaban Karin.

Sekarang, tepat pada tanggal 11 Agustus 2014 mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Putri akan selalu mengingat-ingat peristiwa pilu ini. Dia menangis saat mereka saling berpelukkan. Dia tak menyia-nyiakan waktu lagi. Putri segera melangkahkan kakinya untuk pergi dengan langkah gontai. Dia yakin kalau dirinya akan sampai pada rumahnya lebih dulu daripada Karin. Dia tau kalau Karin akan pulang larut karena pasti mereka akan merayakan peristiwa ini.

Setelah sampai, Putri segera berwudlu untuk sholat Isya. Gadis muslim ini tak pernah lupa untuk menjalankan kewajiban 5 waktunya. Tak seperti Karin yang harus selalu diingatkan. Dia tak ingin terlalu larut dalam kesedihan akan cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Di dunia ini, masih banyak laki-laki. Bukan hanya Rey. Dia mencoba untuk merelakan Rey. Putri serahkan semuanya pada Tuhan yang selalu bersamanya.

Jika sedang tidak bekerja, Putri selalu diajak oleh Karin untuk berjalan-jalan bersama Rey, dan Putri tak pernah menolaknya. Sungguh, Putri adalah sahabat yang paling pengertian di dunia ini. Pengorbanannya amatlah besar untuk Kariin. Pagi ini, kebetulan dia sedang libur kerja dan masih cuti kuliah.

Karin mengajak Putri pergi berjalan-jalan bersama Rey hanya sekedar untuk mengelilingi kota Bandung. Mereka berjalan-jalan dan membeli hot dog. Karin dan Rey terlihat sangat mesra, dan Putri hanya berusaha untuk terus tersenyum walau hatinya sangat-sangat sakit.

Setelah cuti kuliah selesai, Putri kembali fokus pada materi kuliah. Dia belajar mati-matian agar dia bisa lulus dengan nilai memuaskan. Putri adalah gadis yang kepandaiannya jauh berbeda dengan Karin. Meski dia tidak mendapat beasiswa sepenuhnya, tapi dia tetap berusaha. Dia harus membayar rumah sewa yang ia tinggali bersama Karin. Namun, Karin selalu mendapat kiriman dari mamanya untuk membayar sewa, sekaligus biaya kuliahnya yang tak murah.

Meskipun orangtua Putri juga melakukan hal yang sama seperti mama Karin, tapi uang kiriman itu sebagian selalu ia tabungkan. Jadi, jika ada keperluan mendadak dia tidak akan risau. Akhir-akhir ini, Karin jarang keluar bersama Rey. Dia lebih sering bermain ponselnya dan tersenyum-senyum sendiri.
Pernah sekali Putri memergoki kalau dia tengah chattingan bersama Andi. Andi adalah teman Karin dan Putri sewaktu SMA yang kuliah di jakarta. Sudah jelas bahwa Karin sedang mendua. Dia bilang, Rey sedang sibuk dengan urusan ujian kuliahnya. Jadi, Rey tidak punya banyak waktu untuk dihabiskannya bersama Karin. Maka dari itu Karin merasa bosan.

Putri memarahi Karin habis-habisan. Putri tidak ingin kalau Rey harus merasakan apa itu patah hati yang pernah ia alami. Dia ingin Rey bahagia walau bahagianya itu bukanlah dirinya. Karena menurutnya cinta itu butuh pengorbanan. Akhirnya, Karin meminta maaf dan segera mengakhiri cinta terlarangnya bersama Andi.

Sejak saat itu, Putri jadi tidak yakin dengan cinta Karin untuk Rey. Selama ini dugaannya memang benar kalau cinta Karin tak lebih besar dibandingkan cinta Putri untuk Rey.

Setelah 3 tahun berlalu, akhirnya Putri, Karin, dan Rey telah lulus kuliah. Putri bangga karena selama ini jerih payahnya untuk belajar tidak sia-sia. Nilai kelulusannya cukup tinggi dan Putri sangatlah puas. Karena dia akan pulang kembali ke jakarta, dia memutuskan berhenti bekerja. Untuk terakhir kalinya, dia pergi ke kafe untuk menyampaikan niatnya itu pada bosnya, sekaligus berpamitan pada semua temannya di kafe itu.

Setelah berfoto wisuda, tiga orang ini berjalan-jalan dan mampir sebentar ke sebuah kafe namun bukan kafe tempat kerja Putri dulu. Setelah memesan minuman dan sekedar makanan ringan, tiba-tiba ponsel Karin berdering. Dia segera mengangkatnya. Putri takut kalau-kalau Karin
menduakan Rey lagi. Tapi, Putri segera menepis semua buruk sangkanya itu.

Setelah semua kembali duduk, sekarang giliran ponsel Putri yang berdering. Ternyata dari keluarganya di Jakarta. Mungkin Putri terlalu lama teleponan, hingga dia melewatkan sebuah peristiwa yang akan benar-benar melukai hatinya untuk yang kedua kali. Rey memberikan sebuah cincin berlian pada Karin, dia melamarnya. Tapi, ternyata Putri tau. Putri bisa melihat dari balik pintu karena tempat duduk mereka dekat dengan pintu keluar.

Putri ingin menangis tapi ia masukkan kembali air matanya yang sebentar lagi akan memerahkan kedua matanya yang indah itu. Dia kembali duduk dan mereka menceritakannya pada Putri. Putri berpura-pura bahagia dan dia beralasan untuk ingin segera pulang membereskan seluruh barang-barangnya, karena besok pagi dia akan pulang ke Jakarta. Begitu juga Karin dan Rey, namun mereka masih ingin berdua.

Putri pergi dan mulai menangis dengan derasnya. Dia sampai di rumah dan segera merapikan seluruh barang-barangnya. Setelah selesai, dia meraih diarynya dan menuliskan semua perasaannya pada tiap lembaran kertas tersebut. Lukanya sangat dalam. Dia juga cemas jika mereka sampai ke pelaminan. Dia takut Karin tidak bisa menjaga hatinya untuk Rey dikala dia merasa bosan karena Rey tak ada di sampingnya.

Dia terus menangis sampai ketiduran. Karin pulang dan membangunkan Putri karena waktu sholat Asar telah tiba. Baru kali ini Karin yang membangunkan Putri. Mereka sholat berjamaah. Dari wajah Karin, terlihat jelas bahwa ia sangat-sangat gembira. Putri ingin agar Karin bisa tetap setia selamanya bersama Rey.

Setelah pulang ke Jakarta, Rey dan Karin masih sering keluar bersama. Memang jarang mengajak Putri karena Putri kini tengah sibuk dengan karirnya menjadi seorang dokter muda. Dengan pekerjaannya dia bisa menghapus sedikit lukanya. Meski sampai saat ini, tak ada seorang pun pria yang mampu menyembuhkan lukanya. Hatinya dan cintanya masih tetap untuk Rey.

Setelah 6 bulan, Rey dan Karin memutuskan untuk segera menikah. Bahkan, Karin sendiri yang memberikan undangan pada Putri . Betapa hancurnya hati Putri. Dia terluka untuk yang ketiga kalinya. Pertama, ketika karin dan Rey menjadi sepasang kekasih. Kedua, ketika Rey memberikan cincin berlian pada Karin sekaligus melamarnya. Ketiga, ketika mereka memutuskan untuk segera menikah.

Namun, Putri masih sama seperti dulu. Selalu menyembunyikan kesedihannya lewat senyum bibirnya yang manis. Tidak ada teman yang bisa ia buat sebagai pencurah perasaannya. Satu-satunya tempatnya mengadu, hanyalah kepada Tuhan melalui sholatnya.

Karin akan menggelar resepsi di dua negara secara bergantian. Pertama, di Indonesia dan kedua di Australia. Putri akan datang di hari pernikahan sahabatnya yang sudah seperti saudaranya itu. Dia terus menemani Karin. Namun, ia tak bisa menghadiri resepsi di Australia karena tuntutan pekerjaan.
Di pesta, Rey dan Karin terlihat sangat bahagia. Sepulangnya dari pesta, dia segera masuk ke biliknya. Sholat Isya lalu merenungkan nasibnya di tepi jendela kamarnya bertemankan dengan kedipan cahaya bintang.

Dia tidak tau kapan dia harus menghilangakan rasa cinta nya. Kapan ia harus menikah dan dengan siapa. Karena, sampai detik ini hanya Rey yang selalu ada di pikiran dan hatinya. Begitulah akhir dari kisah cinta Rey. Sampai, orangtuanya yang mencarikannya jodoh. Sebenarnya, mudah saja bagi gadis cantik seperti Putri untuk mencari sendiri. Namun keteguhan hatinya yang tak pernah bisa melupakan bayangan Rey, selalu menjadi penghalang. Dia akan selalu mencintai Rey dalam diamnya.


EmoticonEmoticon