Sifat Sejarah Menurut Sejarawan Kuntowijoyo

Sore semua, saya ada artikel nih mengenai sifat - sifat sejarah menurut Kuntowijoyo. Kuntowijoyo adalah seorang budayawan, sastrawan dan sejarawan.

sifat sifat sejarah

Sejarawan Kuntowijoyo meringkas sifat-sifat sejarah itu dalam lima kata: fakta, diakronis, ideografis, unik, dan empiris 

a. Fakta

Fakta artinya suatu peristiwa sejarah bukanlah rekaan manusia. Kepastian tentang fakta didapatkan dari hasil verifikasi terhadap data tentang peristiwa tersebut 

b. Diakronis

Secara etimologi diakronis berasal dari bahasa yunani, dia yang berarti melintasi atau melewati dan kronos berarti perjalanan waktu, diakronis artinya suatu peristiwa yang berhubungan dengan peristiwa sebelumnya. Pengertian diakronis sama dengan kronologi, melalui konsep ini kita dapat melakukan perbandingan serta melihat tahapan perkembangan sejarah dari masa ke masa. 

c. Ideografis

Ideografis artinya menggambarkan atau menceritakan suatu peristiwa yang terjadi pada ruang dan waktu tertentu dengan tujuan mendapatkan pemahaman dan makna dari peristiwa tersebut. Tidak ada hukum umum atau teori yang pasti dalam sejarah, sebab dalam sejarah tidak ada kebenaran yang mutlak. Dalam ilmu sejarah (dan ilmu sosial lain) tidak ada hukum atau teori yang pasti untuk menjelaskan peristiwa atau kehidupan manusia. Kehidupan manusia adalah dinamis, sehingga tidak ada kebenaran yang mutlak, yang ada hanya kebenaran sementara atau tafsiran terbatas yang masih terbuka untuk dilakukan verifikasi kembali oleh peneliti atau peneliti lain.

d. Unik

Unik artinya, peristiwa itu hanya terjadi satu kali, dan tidak ada lagi peristiwa yang sama persis dengan peristiwa waktu itu.

e. Empiris

Empiris artinya Sejarah sangat tergantung pada pengalaman manusia entah yang bersifat indrawi ataupun yang bersifat batiniah.
Terkait dengan sifat diakronis dalam ilmu sejarah, sejarawan kuntowijoyo menambahkan bahwa dalam dimensi waktu dapat terjadi empat hal, yaitu perkembangan, kesinambungan, pengulangan, dan perubahan.

Perkembangan
Dalam hal perkembangan, sejarah akan melihat dan mencatat peristiwa yag nenunjukan terjadinya perubahan dalam masyarakat dari satu bentuk ke bentuk lain.

Kesinambungan
Dalam hal kesinambungan, ejarah mengkaji bagaimana masyarakat baru mewarisi teori-teori lama sehingga terjadi kesinambungan (kontinuitas)

PengulanganDalam hal pengulangan, sejarah mengkaji peristiwa-peristiwa masa lampau yang terjadi pada masa sekarang. Disini yang berulang fenomenanya.

Baca juga: Pemrograman berorientasi objek
Baca juga: Sistem bilangan biner
Baca Juga: Latihan soal penjas kelas 11

PerubahanDalam hal perubahan, sejarah mengkaji masyarakat yang mengalami pergeseran besar-besaran dan dalam waktu relatif singkat. Biasanya perubahan terjadi karena pengaruh dari luar.

Perbedaan Konsep berpikir Sinkronis dan Diakronis

1. Cara berpikir Sinkronis :
a. Kerangka berpikir Sinkronis mengamati kehidupan sosial secara meluas berdimensi ruang
b. Konsep berpikir sinkronis memandang kehidupan masyarakat sebagai sebuah sistem yang terstruktur dan saling berkaitan antara satu unit yang satu dengan unit yang lainnya
c. Menguraikan kehidupan masyarakat secara deskriptif dengan menjelaskan bagian demi bagian
d. Menjelaskan struktur dan fungsi dari masing-masing unit dalam kondisi statis
e. Digunakan oleh ilmu-ilmu sosial, seperti : Geografi, Sosiologi, Politik, Ekonomi, Antropologi dan Arkeologi
2. Cara berpikir Diakronis atau Kronologis
a. Dalam konsep berpikir kronologis atau diakronis mempelajari sosial secara memanjang berdimensi waktu
b. Konsep berpikir diakronis memandang masyarakat sebagai sesuatu yang terus bergerak dan memilkiki hubungan kausalitas atau sebab akibat.
c. Menguraikan proses transformasi yang terus berlangsung dari waktu ke waktu kehidupan masyarakat secara berkesinambungan
d. Menguraikan kehidupan masyarakat secara dinamis
e. Digunakan dalam ilmu Sejarah
3.Langkah-langkah penelitian sejarah atau metode penelitian merupakan pedoman yang di gunakan untuk meneliti suatu peristiwa sejarah. Metodepenelitian (metode sejarah) ini penting untuk mendapatkan hasil penelitian yang bermutu serta dapat di akui dan di percaya masyarakat.
Metode sejarah itu pada dasarnya di arahkan untuk menjawab secara tuntas dan menyeluruh pertanyaan 5W – 1H, yaitu,
  • what (apa), peristiwa apa yang terjadi?
  • when (kapan), terjadinya peristiwa tersebut?
  • where (dimana), terjadinya peristiwa tersebut?
  • who (siapa), yang terlibat dalam peristiwa sejarah tersebut?
  • why (mengapa), pertistiwa itu terjadi? Apa latar belakangnya
  • dan how (bagaimana),proses terjadinya peristiwa tersebut? 
Untuk memahami bagaimana seorang peneliti melakukan penelitian dalam mengungkap kebenaran di masa lalu, mari kita ikuti langkah-langkah sejarah berikut ini. 

a. Pemilihan topik 

Sebelum melakukan penelitian, peneliti harus terlebih dahulu menentukan topik yang akan di teliti. Pemilihan topik hendaknya memenuhi hal-hal sebagai berikut:
  • Unik, artinya topik yang di pilih mengandung rasa ingintahu dan ketertarikan pembaca
  • Bernilai, artinya permasalahan yang di teliti memiliki arti penting bagi perkembangan ilmu pengetahuan dan bermanfaat bagi masyarakat.
  • Kesatuan, artinya unsur yang di jadikan bahan penelitian mempunyai satu kesatuan ide.
  • Orisinal, artinya topik yang di pilih merupakan sebuah pembuktian baru atas peristiwa di masa lalu.
  • Praktis, artinya data yang di butuhkan sesuai dengan kemapuan yang dimiliki peneliti. 
Selain itu, dalam proses pemilihan topik peneliti harus memperhatikan kedekatan emosional dan kedekatan intelektual terhadap topik yang dipilih. Kedekatan emosional berarti peneliti suka terhadap topik yang di pilihnya. Sedangkan kedekatan intelektual berarti peneliti menguasai topik yang dipilihnya. 

b. Heuristik

Setelah memilih topik, proses berikutnya adalah mengumpulkan data terkait topik yang di pilih. Istilah lazim dalam proses ini adalah heuristik. Heuristik meliputi tiga hal pokok berikut ini:
  • Corroboration, membandingkan data yang ada untuk menentukan apakah data terebut memberikan informasi yang sama. Langkah ini juga sering digunakan untuk memverifikasi keaslian data.
  • Sourcing, mengidentifikasi penulis, tanggal, serta tempat di buatnya data.
  • Contextualization, yaitu mengidentifikasi waktu dan tempat peristiwa.
  • Berdasarkan sumbernya data dapat di bagu dua, yaitu:
  • Data primer, yaitu berupa wawancara lansung kepada pelaku atau saksi sejarah, dokumen asli, laporan/catatan, foto, benda peninggalan, dan artefak
  • Data sekunder, yaitu informasi yang di peroleh dari buku, teks, koran, ensiklopedia, dan referensi-referensi lain. 

c. Verifikasi

Setelah data terkumpul, proses berikutnya adalah menguji keaslian dan keabsahan data atau verifikasi (kritik sejarah).
Verifikasi ada dua macam, yaitu:

Kritik eksternal
kritik eksternal adalah kritik atau verifikasi terhadap keabsahan dan keaslian sumber data. Kritik eksternal dalam hal keabsahan data antara lain menyangkut pertanyan-pertanyaan berikut ini.
  • Apakah gaya bahasa dan penulisan sesuai dengan periode waktu dari topik yang sedang diteliti, dan apakah gaya yang sama terlihat pada tulisan-tulisan lain dari penulis yang sama? 
  • Apakah ada bukti bahwa penulis memperlihatkan ketidak tahuan terhadap hal atau peristiwa yang seharusnya sudah di ketahuinya? 
  • Apakah penulis melaporkan peristiwa atau tempat yang belum diketahui selama periode penulisan tersebut? 
  • Sedangkan kritik eksternal dalam hal keaslian data terkait dengan pertanyaan-pertanyaan berikut ini. 
  • Apakah data awal telah di ubah, bauk secara sengaja, ataupun tidak sengaja dalam menyalinnya? 
  • Apakah dukumen itu asli atau salinan?
  • Bila tanggal dan penulis tidak diketahui apakah ada petunjuk internal yang menunjukan asal mulanya? 

Kritik internal kritik internal adalah kritik atau verifikasi terhadap kredibilitas atau keterpercayaan data. Dalam hal ini peneliti harus bersikap objektif dan netral dalam menggunakan data yang telah di peroleh, sehingga peristiwa sejarah itu terjamin kebenarannya. Kritik internal umumnya terkait dengan keabsahan dan makna data. Kritik internal menggunakan pertanyaan-pertanyaan sebagai berikut. 
  • Apa yang dimaksud penulis dengan setiap kata atau pertanyaan dalam data?
  • Seberapa jauh penulis dapat di percaya?
  • Apakah sebetulnya yang ingin di katakan penulis?
  • Bagaimana menafsirkan kata-kata yang digunakan penulis? 

d. Interpretasi

Setelah di verifikasi, data lalu di interpretasi. Disini peneliti melihat keterkaitan informasi yang di kumpulkan, disebut juga interpretasi sintesis, melihat hubungan sebab akibat disebut interpretasi analisis, dan membuat kontruksinya sendiri atas peristiwa itu. Lalu kontruksi di uji dan dianalsis lagi sampai akhirnya siap di sampaikan secara tertulis. Jadi, pada tahap akhir interpretasi penelitisudah mempunyai kontruksi atau sudut pandang tentang topik yang diteliti. 

Interpretasi pada dasarnya merupakan langkah yang dilakukan dalam menjawab permasalahan dari topik yang diteliti. Fakta yang dihasilkan melalui kritik harus dihubungkan antara yang satu dengan yang lainnya, terutama dalam konteks hubungan sebab akibat atau adanya hubungan yang sangat berarti/signifikan.

e. Historiografi

Hitoriografi berasal dari kata historia artinya sejarah dan graphia artinya penulisan. Jadi dalam tahap historiografi fakta-fakta yang telah di kumpulkan, dikritik, dan di interpretasikan kemudian di sajikan dalam bentuk tulisan yang logis, sistematis dan bermakna.

Historiografi yang baik biasanya menyajikan latar belakang, kronilogi peristiwa, analisis sebab akibat, dan uraian mendalam mengenai hasil penelitian, dampak, serta kesimpulan. Dengan demikian, 
hasilnya dapt memberikan pemahaman baru yang bermakna kepada pembaca tentang topik tersebut.
Historiografi di bedakan menjadi dua hal, yakni historiografi naratif, dan historiografi strukturalis. Historiografi naratif adalah penulisan sejarah yang berisi tentang rekaman peristiwa atau tindakan pelaku secara pribadi yang berlangsung dalam waktu tertentu, sedangkan historiografi strukturalis adalah penulisan sejarah yang berisi tentang perubahan yang terjadi di masyarakat. Historiografi strukturalis sering juga disebut sejarah sosial.
Bentuk-bentuk historiografi antara lain dapat berupa:
  • Narasi yang isinya lebih banyak bercerita sesuai dengan apa yang diinformasikan oleh sumber sejarah. 
  • Deskriptif yang isinya lebih detail dan kompleks dibandingkan dengan narasi.
  • Dan Analistis, yang isinya lebih banyak berorientasi pada penelaahan masalah.
Sehingga tidak sekedar bercerita tetapi banyak menjawab pertanyaan-pertanyaan yang mendalam dengan tinjauan berbagai aspek. Penulisan yang baik adalah gabungan antar unsur naratif, deskriptif dan analitis. Bentuk gabungan ini akan menampilkan unsur cerita, detail sumber dan analisa terhadap peristiwa sejarah.
 
Bentuk-bentuk penelitian Dilihat dari teknik pengumpulan data, penelitian sejarah dibagi dalam dua bentuk, yaitu penelitian Lapangan dan penelitian kepustakaan.
 
  1. Penelitian Lapangan. Dalam melakukan penelitian lapangan seorang sejarawan datang ketempat terjadinya peristiwa sejarah atau tempat ditemukannya peninggalan-peninggalan sejarah (situs). Bila peninggalan tersebut telah disimpan di museum, maka penelitian dilakukan di museum. Dan apabila benda-benda peninggalan itu masih terpendam didalam tanah, maka sejarawan harus melakukan penggalian atau ekskavasi. Jika seorang sejarawan memerlukan keterangan langsung dari pelaku atau saksi sejarah yang masih hidup sebagai sumber lisan maka bisa dilakukan melalui metode wawancara (interview) 
  2. Penelitian kepustakaan. Penelitian kepustakaan disebut juga dengan penelitian dokumenter. Dalam melakukan penelitian dokumenter, seorang peneliti memfokuskan perhatiannya untuk memperoleh data-data tertulis yang disimpan di museum atau perpustakaan. Untuk mendapatkan data dan informasi yang benar dan akurat, peneliti dapat melakukan studi komparatif, yaitu membandingkan sumber yang satu dengan sumber yang lainnya yang berkenaan dengan suatu hal.
Sumber: Wapblog21

5 Hal yang Membuat Anda Bosan Ngeblog dan Ikuti Tipsnya

Selamat siang, kali ini Mastertutorial kali ini akan membagikan artikel nih. Kali ini saya akan membagikan hal hal yang membuat anda bosan ngeblog.

Blogging merupakan istilah yang digunakan para blogger. Blogging dapat Anda jadikan sebagai salah satu wadah kreatifitas Anda dalam menulis atau berbagi banyak hal. Dalam blogging kita membuat artikel untuk dipublikasikan kepada publik lalu orang membaca artikel pada blog kita.

Disamping itu, banyak hal yang membuat banyak orang nyerah ngeblog ketika setengah perjalanan karena inilah, itulah dan alasan alasan lainnya. Memang wajar kalau suatu saat dalam ngeblog akan terasa bosan. Saya sendiri terkadang bosan ngeblog lalu saya ganti aktifitas saya dengan yang lainnya ketika mood bloggingnya meningkat maka saya akan kembali ngeblog.

tips mengurangi rasa bosan ngeblog

Kadang, ngeblog itu dapat membuat kita semangat dan kadang juga membuat kita bosan untuk ngeblog. Berikut ini 5 hal yang membuat Anda dapat bosan ngeblog

1. Kurangnya pengunjung blog
Pengunjung blog sedikit membuat kita bosan? Sudah membuat artikel banyak namun tidak ada yang membaca sedikitpun artikel itu. Perhatikan kembali apakah artikel yang dibuat memiliki manfaat bagi orang lain, jika sudah cobalah editing untuk keyword pada judul dan isi artikel, jika sudah juga langkah selanjutnya, cek SEO blog, jika SEO tinggi namun masih sedikit langkah terakhir, mohon bersabar.... Ini hanya ujian, sekali lagi mohon bersabar, ini hanya ujian.

Baca Juga: 3 Keuntungan menjadi youtuber
Baca Juga: 3 Peluang usaha yang berpontensi kesuksesan

Memang pengunjung blog dapat membuat bosan kita, karena kadang kita merasa aneh ketika membuat artikel banyak tetapi tidak dibaca oleh orang. Sehingga perlu yang dinamakan riset keywords. Untuk meriset keyword Anda dapat gunakan Google adwords planner

2. Rasa malas yang tinggi
Ngeblog kalau serius maka akan membuahkan hasil yang maksimal. Namun, terkadang Anda malas? Yah, malas adalah penyakit yang selalu ada dalam setiap orang. Malas ngeblog misalnya, malas karena ga ada mood untuk blogging.

Menghilangkan rasa malas dalam blogging memang sulit, bahkan saya sendiri pun terkadang masih merasa malas ngeblog. Tapi, selama ngeblog itu kita jadikan hobi kita dengan pikiran ingin berbagi, pasti akan ada balasannya, mau yang baca artikelnya sedikit ataupun banyak selama itu untuk dibagikan orang banyak akan ada manfaatnya untuk kita juga.

3. Kurang ide untuk artikel
Ide adalah hal yang sangat penting dalam blogging. Tanpa ide artikel tidak akan terbuat. Banyak sekali, para blogger yang bosan ngeblog karena kurang ide. Hal ini disebabkan karena kurangnya wawasan tentang yang dibagikan diblognya masing - masing.

Baca Juga: Tips Populer di Sekolah

Padahal, satu niche blog saja misalnya blog ini membahas mengenai programming salah satunya, sangat banyak artikel mengenai programming bahkan dapat mencapai ribuan jika kita sering mencoba coba pikirkan suatu hal yang tidak wajar.

Untuk mendapatkan ide artikel cukup mudah, sering membaca buku - buku yang ada kaitannya dengan blog Anda sendiri. Juga, sering - sering berkunjung ke blog orang lain untuk memikirkan ide artikel.

4. Waktu yang padat
Berangkat pagi pulang pagi atau malam? Letih? Malas? Wajar saja, karena manusia. Bagi Anda yang memiliki waktu yang padat, dan membuat bosan ngeblog? Cukup lakukan 2 hal ini dengan mudah:

  • Gunakan waktu luang untuk ngeblog
  • Tidak perlu update artikel setiap hari, cukup minimal seminggu dua kali
Tidak perlu repot harus membuat artikel ketika waktu padat. Ngeblog itu santai, selama ada artikel tinggal menulis artikel yang akan diposting, lalu publikasikan. Menggunakan waktu luang saja jika Anda memang benar - benar padat untuk mengupdate isi blog.

5. Kurangnya bersyukur
Udah melakukan 4 hal sebelumnya? Tetapi masih tetap bosan ngeblog? Hal yang satu ini mungkin sangat memengaruhi ya, "kurang bersyukur". Ngeblog itu kan berbagi, bukan mencari. Syukur, dapat dijadikan hal yang akan membuat Anda semangat ngeblog, karena apapun artikelnya, berapapun pengunjungnya selama Anda masih bersyukur, yakinlah maka keberkahan blog Anda akan meningkat. Entah itu dalam hal pengunjung atau penghasilan. 

Itulah 5 hal yang membuat Anda bosan ngeblog. Kesimpulannya jangan pernah lupa untuk bersyukur, bersyukur dengan semua yang diberikan oleh-Nya kepada kita melalui blogging salah satunya, kita harus bersyukur karena kita dapat membagikan artikel bermanfaat untuk orang lain.

Salam hangat mastertutorial, happy weekend

Banyaknya Konten Negatif Di Sosial Media

Banyaknya Konten Negatif Di Sosial Media - Sosial media atau media sosial adalah sebuah media online dimana para penggunanya dapat bertukar informasi. Para pengguna sosial media dapat dengan mudah berpartisipasi, berbagi dan dapat meliputi sebuah blog, forum, ataupun media - media sosial yang lainnya.
filter sosial media
Di dunia ini sudah banyak media - media sosial yang dapat diakses banyak orang dengan mudah, baik dengan mendaftarkannya ataupun menggunakan media sosial tersebut.

Boleh dengan adanya media sosial untuk digunakan dalam kehidupan sehari - hari kita. Tetapi, media sosial harus digunakan dengan baik oleh para penggunanya. Beberapa hal terjadi akhir - akhir ini dimana dimedia sosial banyak orang yang tidak bertanggung jawab dan tidak memikirkan dampak kedepannya. Ya, banyak orang membagikan artikel, atau video yang berkategori konten dewasa atau memiliki hal - hal negatif yang tidak boleh dilihat oleh banyak orang.

Instagram sebagai salah satu contohnya. Aplikasi ini adalah sebuah sosial media dimana para penggunanya dapat berbagi video ataupun foto hasil jepretannya sendiri. Namun, masih banyak orang yang menyalahgunakan media sosial, seperti menyebarkan video yang terdapat hal - hal negatif. Entah itu adegan berbahaya, pelecehan, tawuran atau yang lainnya.

Memang boleh membagikan sesuatu kepada orang lain, namun perlu adanya pemfilteran dalam membagikan sesuatu di sosial media. Bukan harus takut dengan undang - undang penggunaan teknologi, tapi kita harus sadar bahwa sesuatu yang negatif itu tidak baik bagi diri sendiri, orang disekitar, maupun orang banyak diluar sana.

Sudah sepatutnya sosial media itu sebagai wadah berbagi hal - hal positif bukan hal - hal negatif. Juga sudah seharusnya kita saling mengingatkan dimana saja baik disosial media maupun secara langsung apabila salah satu dari kita melenceng dari jalan yang benar. Boleh berbagi hal di sosial media namun jangan jadikan sosial media itu adalah tempat untuk maksiat dan keburukan bagi kita semua. Happy weekend!

Google Adsense Penyedia Iklan Terbaik

Google Adsense Penyedia Iklan Terbaik

Siapa yang tidak tahu dengan google adsense? Tentunya rata - rata orang mengetahui apa itu google adsense. Tidak hanya para blogger atau youtuber adsense bakan diketahui oleh nenek - nenek sekalipun hehe canda dikit. Google adsense adalah salah satu penyedia iklan terbaik saat ini. Adsense sendiri sudah pasti punyanya google.
tentang google adsense
Sudah pasti jika orang bertanya penyedia iklan terbaik tentunya adsense. Adsense akan memberikan pembayaran yang begitu riil dan besar bagi para publishernya. Dalam satu klik suatu iklan adsense dapat mencapai lebih dari 10000 ribu rupiah. Bayangkan bro, mas, mba, siapa yang tidak ngiler dengan klik yang berpenghasilan besar, pastinya semua ingin menjadi publisher google adsense ini.

Namun, google adsense tidaklah mudah untuk bergabung dengannya. Perlu yang namanya proses, proses itu pasti membutuhkan waktu dan waktu tidak dapat ditentukan apakah cepat atau lambat. Tidak seperti sebelumnya google adsense lebih memperketat kebijakan kebijakan kepada publisher serta bagi mereka yang ingin bergabung melalui google adsense ini.

Dengan kebijakan yang dibuatnya, banyak para blogger yang ingin mendapatkan google adsense tetapi selalu ditolak. Itu karena terkadang tidak membaca kebijakan google adsense. Belakangan ini google lebih mudah menerima apabila para blogger memiliki konten yang unik dan tulisan sendiri. Sebagai contoh google lebih cepat menerima blog yang memiliki niche blog yang unik.

Dalam google adsense pun ada istilah istilah yang perlu diketahui, diantaranya:

1. Publisher
Publisher adalah orang atau pemilik suatu web dan/atau channel youtube yang telah bergabung atau disetujui secara penuh oleh google untuk memasang unit iklannya. Orang yang menayangkan iklan tersebut disebut publisher google adsense. Untuk diterima menjadi publisher adsense perlu mendaftarkan situs web atau channel yang ingin dikaitkan dengan adsense.

2. Ad units
Maksudnya adalah iklan adsense itu sendiri. Dengan demikian Ad units adalah iklan yang akan ditampilkan dapat berupa teks, gambar atau video. Serta Ad units dibagi menjadi beberapa ukuran dan jenis yang berbeda

3. Page impressions
Page impressions merupakan jumlah tayangan yang menunjukan berapa kali halaman yang terdapat Ad units dibuka pengunjung. Nilainya tidak bersangkutan dengan Ad units.

4. CTR (Clicktrough rate)
CTR adalah perbandingan dalam persen antara jumlah klik dalam suatu ad units dengan jumlah tampilan ad units tersebut.

5. CPC(Cost per click)
CPC adalah jumlah uang yang didapatkan oleh publisher apabila ad units di klik. Nilai CPC masing - masing berbeda dan ditentukan oleh banyak faktor.

Adapun beberapa kebijakan yang dimiliki google adsense saat ini, diantaranya:
  • Dilarang mengklik iklan sendiri
  • Dilarang mengubah bentuk dan ukuran unit yang disediakan adsense
  • Dilarang memanipulasi dengan kata kunci tersembunyi

Bagaimana agar diterima adsense? Coba tips berikut karena mastertutorial masih mencobanya:
  1. Buat artikel yang menarik serta bermanfaat bagi banyak orang
  2. Artikel adalah tulisan sendiri tidak mengcopy milik orang lain
  3. Niatkan bahwa dengan blogger untuk membagi ilmu bukan mencari uang terlebih dahulu
  4. Buatkan navigasi untuk pengunjung yang lengkap dan jelas, seperti about, contact, sitemap dan lain lain
  5. Jangan terlalu sering mengganti template


Dengan demikian, agar kita sebagai para blogger mudah diterima adsense perlulah keseriusan dalam blogging, karena keseriusan, kerja keras serta doa yang mengiringi tidak akan mengkhianati hasilnya.
Salam hangat mastertutorial

Cerita Pendek Akibat yang Kuterima

Akibat yang Kuterima

Oleh Shaliana Putri Chaerul

Kubuka mataku, aku terbangun lagi untuk kesekian kalinya karena hal yang sangat menakutkan itu . ‘Ah nafasku berat sekali, badanku, oh Tuhan tolong jangan, jangan lagi’ batinku. Aku takut, sungguh takut. Badanku.... terasa seperti ada…. yang menindihnya. 'Kenapa ini selalu terjadi?' batinku lagi 'Ya Allah tolong aku, kumohon'.

contoh cerpen

***
"Hoaaaammmm...." Ku buka mulutku lebar-lebar mencoba menarik oksigen agar masuk kedalam paru-paruku ini. Kukerjapkan mataku berkali-kali guna menyesuaikan cahaya yang masuk kedalam retina mataku. Sudah pagi ternyata, "Hah?! Pagi?! Ahhhh aku kesiangaaaaan..." Ya begitulah hidup anak kos yang selalu hidup mandiri, menjalani hirup pikuk nya kehidupan.
Hai, namaku Karina aku adalah mahasiswa tingkat 2 di salah satu universitas di Bandung lebih tepatnya di ITB (Institut Teknologi Bandung). Aku berada di fakultas seni rupa dan desain, ya aku sangat senang dengan hal yang berbau seni baik desain, fotograph, melukis, dan yang lainnnya. Sebenarnya aku anak yang lumayan rajin, tapi akhir-akhir ini aku jadi malas melakukan sesuatu yang harusnya aku kerjakan. Jujur, akupun bingung ada apa dengan diriku ini, aku merasa ada sesuatu yang merasuki tubuhku, sehingga aku lebih sering bermalas-malasan, bahkan tak jarang aku meninggalkan ibadah hanya karna aku terlalu cape dan malas untuk melakukan aktifitas itu. Dan kau tau semua kemalasanku itu ada akibatnya, terutama saat aku malas untuk beribadah.
***
[20 Oktober 2011]
Hari ini aku menjalani aktifitas seperti biasa, bangun kesiangan karna sifat malas dan kantuk yang melanda tubuhku ini.

"Hai Arin!" sapa remaja perempuan yang seumuran denganku itu.

"Hai Cassy..." jawabku lesu.

"Hei kamu ini kenapa rin? Lagi galau? Em… Mau kuhibur? Akhir-akhir ini kamu aneh banget, jadi pemalas dengan kantung mata yang sangat ieww… tak pantas diperlihatkan sama sekali." Tuturnya.

‘Issshhh….. Cerewet sekali anak ini’ batinku.

"Diamlah Cass, mulutmu hanya membuat kepalaku makin pusing." Akupun berjalan menghiraukan dirinya yang masih sibuk menanyai keadaanku yang makin hari makin lesu dan ‘aneh’ menurutnya.
Aku memasuki kekas pertamaku pagi ini, sungguh sebenarnya aku sangat malas dan mengantuk pagi ini tapi sayang sekali jika bayaran perbulan ku kubiarkan begitu saja. Ku paksakan mata dan pikiranku untuk fokus kepada penjelasan dosen. Tapi entah kenapa aku terus memikirkan kejadian semalam dan malam-malam sebelumnya. ‘Ah.. aku mulai frustasi’
Sejujurnya aku butuh teman untuk sekedar mendengarkan ceritaku yang mungkin ‘tidak masuk akal’ ini. Tapi apa daya, jika aku menceritakan hal ini ke teman-temanku mungkin mereka akan tertawa terbahak-bahak, menganggap bahwa aku sedang membuat lelucon. Sebenarnya ada salah satu temanku yang mungkin saja percaya akan hal yang aku alami akhir-akhir ini, tapi aku tak begitu yakin menceritakannya karena kami memang tak begitu dekat dan dia sangat terlihat dingin dimataku karna dirinya selalu menyendiri.

Namanya Vindha, dia sangat tertarik dengan hal-hal yang berbau mistis. Dia juga sering menyempatkan dirinya untuk sekedar membaca buku tentang hal mistis tentunya. Cocok sekali
denganku yang sedang mengalami hal-hal mistis itu.

Kring… kring... Bel berbunyi, tanda pembelajaran telah berakhir.

Aku membereskan buku dan alat tulisku dengan tergesa, karna aku tak ingin kehilangan Vindha. Aku ingin membicarakan hal ini kepadanya, aku sudah tak tahan lagi dengan kejadian yang menimpaku ini.

“Vindha!” yang merasa terpanggil pun membalikkan badannya ke arah ku.

“Ada apa? Tumben kamu manggil aku?” tanyanya.

‘Sebegitu jarangkah aku memanggil namanya? Ah sudahlah… lagipula bukan itu yang aku butuhkan sekarang.’ Aku menghampirinya dengan sedikit berlari.

“Emm…. Sebenarnya aku ingin bercerita sekaligus nanya sesuatu sama kamu? Bolehkan?” tanyaku kepadanya dengan nada canggung.

“Boleh aja. Memangnya apa yang pengen kamu ceritain dan tanyain, itu?” tanyanya ramah.

“Hmm… Gimana kalau kita kekantin dulu, ini udah jam makan siang kan?”

“Boleh… Kebetulan aku memang udah lapar hehe dan juga kayaknya kamu pengen ngomong serius.”

Aku hanya membalasnya dengan senyuman.

Sesampainya dikantin aku dan Vindha memesan makanan. Sambil menunggu pesanan datang aku melanjutkan tujuanku yang akan bercerita dan bertanya kepadanya.

“Emm Vindha?” aku memanggilnya ragu-ragu, takut mengganggu dirinya yang sepertinya sedang fokus dengan buku mistis nya itu.

“Ya apa?”

“Aku pengen ngelanjutin obrolan kita tadi.”

“Oh ya silahkan. Jadi apa yang pengen kamu ceritain itu? Jangan-jangan berkaitan dengan hal yang mistis ?”

“Ya, menurutku ini berkaitan dengan hal itu. Sebenernya akhir-akhir ini aku tuh terlalu sering ngerasain kejanggalan tiap aku tidur, seperti selalu terbangun tengah malam sekitar pukul 12.00 sampai pukul 02.00. Aku merasa ada yang membangunkanku tapi aku sadar, hanya ada diriku seorang didalam kamar kosan yang aku sewa. Aku jadi gelisah.” Ceritaku dengan wajah yang mungkin terlihat konyol.

“Memang apa yang kau rasakan hingga kau terbangun seperti itu?”

“Aku tak yakin, tapi aku rasa ada yang menindih badanku. Aku tak bisa melihat apa yang menindih badanku.” Jawabku dengan nada ketakutan.

“Ohhh itu.. Itu emmm apa ya namanya?” dia terlihat sedang berpikir “Banyak orang yang bilang itu namanya erep-erep.” Jawabnya santai sambil mencari-cari tulisan dibuku kecilnya.

“Jadi sebenernya itu apa? Terus kenapa aku ngalamin yang gituan akhir-akhir ini?” tanyaku takut-takut.

“Aku ga tau sih sebabnya apa… Tapi dari informasi yang aku punya, katanya ada jin atau setan atau apalah gitu yang lagi tertarik sama kamu.” Jelasnya sambil membaca di salah satu halaman buku kecilnya itu.

Seketika aku merinding mendengar penuturan yang dijelaskan oleh Vindha. ‘Kenapa pula jin dan setan itu tertarik sama aku? Emang aku punya apa? Orang aku aja takut sama mereka.’ batinku dengan hati yang bisa dibilang lagi ‘dugeun-dugeun’ atau deg-degan ga jelas.

“Terus aku harus gimana Vin? Aku takut, masalahnya hampir tiap hari aku kaya gitu.” Tanyaku yang mulai cemas.

Dia terlihat berpikir lalu “Ah gimana kalo hari ini aku nginep di kosan kamu? Sebenernya aku juga ga begitu tau tentang hal ini, jadi kita cari tau sama-sama gimana?”

“Boleh aja sih. Tapi emangnya apa yang bakal kamu lakuin di kosan aku nanti? Bukan ritual atau sejenisnya kan?” tanyaku takut-takut.

“Ya nggalah. Aku emang suka sama hal yang berbau mistis tapi aku ga percaya sama sesajen atau yang lainnya. Aku cuma penasaran aja sama yang namanya setan atau jin gitu... Jadi? Boleh?” jelasnya.

“Ya udah deh, itung-itung ada yang nemenin aku nantinya pas tidur.” Aku menunjukan cengiranku.

“Oke, berarti nanti kita pulang bareng ya?”

“Iya oke”

**

Sore hari setelah selesai kuliah aku pun pulang tak lupa menunggu Vindha dulu, yang katanya mau membantu memecahkan hal ‘mistis’ ini. Selagi aku menunggu, teman ku Cassy dan beberapa teman lainnya tiba-tiba menghampiriku.

“Arin!” panggilnya.

“Apaan?” jawabku sekenanya.

“Kamu lagi ngapain disini? Oh iya, tadi aku liat kamu bareng Vindha terus dari mulai jam istirahat sampai jam mata kuliah terakhir. Kamu lagi marah sama kita? Atau sama aku?” Tanya Cassy dan yang lain hanya mengangguk setuju.

“Engga ko. Aku ga marah sama kalian. Emang aku keliatan lagi marah ya? Soal sama Vindha, sebenernya aku ada masalah pribadi, dan kayanya Vindha bisa bantu aku buat nyari solusi. Gitu aja sih.” Jelasku dengan santai.

Cassy dan yang lain hanya ber-oh ria menanggapi penjelasanku.

“Emangnya ada masalah apaan? Ko bisa si Vindha yang kamu minta bantuan?” kali ini Rayhan yang bertanya.

“Emm… Gimana ya jelasinnya? Soalnya aku yakin kalian bakalan ketawa denger cerita aku.” Ucapku sambil mempoutkan bibirku.

“Aissshhhh… kamu ini bikin gemes aja, emang ada masalah apa sih sampe sebegitunya? Cerita aja sama aa” kata Lio sembari mencubit pipiku dan menunjukan muka sok gantengnya.

‘sebenernya si lio ini bikin aku jijik, karna tingkat kepedean dan menyebalkan-nya yang sangat tinggi’

“Hei Karina!” seorang remaja wanita kini menghampiriku. Siapa lagi yang aku tunggu dari tadi, Vindha.

“Hei! Emm kayaknya aku harus pulang sekarang deh, aku duluan ya… Besok-besok aku ceritain deh” ucapku sambil melambaikan tangan kepada tiga temanku dan berlari kecil kearah Vindha.

“Isshhh anak itu kebiasaan” ucap Rayhan dan langsung merangkul Cassy dan Lio untuk pulang.

**

Sesampainya di kosanku, kumasukan kunci lalu kuputar guna membuka pintu kamar tersebut kubuka pintu kamar dan aku pun langsung mempersilahkan Vindha untuk masuk kedalam kamar. Hening, kami masih kalut kedalam pikiran masing-masing. Kulihat jam dinding menunjukan pukul 17.00, ‘aku ingat, aku belum shalat’ tapi memang sifat pemalasku yang besar aku sengaja melupakannya.
Aku lihat Vindha masih sibuk dengan buku ditangannya dan sesekali memperhatikan kamarku, seperti ada sesuatu yang ia temukan.

“Vin, kamu laper ga?” tanyaku mencoba memecah keheningan ini.

“Emm… Sedikit sih” jawabnya dengan dua jari yang ia angkat membentuk ‘V’ sign.

“Kita cari makan dulu yuk… Aku juga laper nih” ucapku sambil mengelus-elus perutku yang sedari tadi meronta untuk diisi makanan.

“Ayo… ngomong-ngomong kamu dikamar ini sendirian? Ga ada roommatenya gitu?”

“Ngga, emangnya kenapa?” tanyaku heran.

“Ohh pantesan aja…”

Lagi-lagi dia membuatku ketakutan “Pantesan? Pantesan kenapa? Aku ga ngerti”

“Pantes aja kamu ngerasain kejadian kayak gitu, soalnya ya kalo sendirian itu lebih rentan kena begituan menurut aku”

“Ah udah ah. Dari tadi kamu cuma bikin aku takut. Cepet kita beli makan takut keburu malem”

“Iya iya…”

**

Setelah membeli makanan, kami pun kembali ke kamar kosan.

“Ahh.. Cape rasanya” Vindha membaringkan badannya di kasurku, yang memang hanya ada satu Kasur sih.

“Iya cape… Tapi jalan-jalan malem seru juga ya. Hahah”

“Iya sering-sering ya kaya gini. Hehe”

“Kamu sih enak dibayarin aku. Lha aku?” ucapku sambil menunjukan ekspresi datar pada mukaku.
Dia hanya tertawa melihat ekspresi wajahku.

Kurasa kami semakin dekat, dia memang tidak dingin dan aneh menurutku. Malah dia sangat bersahabat dan menyenangkan diajak bercengkrama.

“Vin kamu ga mandi dulu? Bau gitu juga.. Uhhh” ucapku dengan nada meledek.

“Iya ini mau ko. Kamu juga bukannya mandi, malah ngeledek aku.”

Aku hanya menunjukan cengiran (tanpa dosa) ku.

Lalu Vindha pun masuk kedalam kamar mandi. Sembari menunggu aku memainkan game di handphone ku. Lalu tiba-tiba aku mendengar suara-suara aneh yang terdengar dari… kamar mandi(?). Aku pun langsung bertanya,

“Vindha? Ada apa?”

Tapi setelah beberapa detik Vindha tak kunjung menjawab. Aku jadi khawatir, lalu aku memberanikan diri mendekati pintu kamar mandi. Ku ketuk pintu sembari memanggil namanya beberapa kali. Akhirnya pintu kamar mandi pun terbuka dan sontak aku langsung membelalakan mataku.

“AAAAAAAAAAAAA…..”

Betapa terkejutnya aku melihat sesosok penampakan wanita berambut panjang yang sedang berkaca dikaca kamar mandi dan aneh mengapa aku tak melihat sosok Vindha didalam sana. Aku masih berdiri membeku ditempatku, aku tak kuasa hanya untuk melangkah kan kakiku apalagi berlari menjauhinya.

‘Ya Allah apalagi ini? Apa yang aku lihat? Hantukah? Aiishhhh kenapa dia menatapku sekarang? Sungguh aku ingin pingsan saja rasanya.’ Kataku dalam hati.

Sosok penampakan itupun semakin lama semakin tajam menatap bola mata ku dan mulai mendekat ke arah ku. Rasanya kakiku sudah tak kuat lagi untuk sekedar menopang berat badanku. Tak lama akupun ambruk ke lantai.

Keesokannya…

Matahari mulai menunjukan sinarnya dan masuk tanpa izin kedalam celah jendela sebuah kamar kosan sederhana ini sedikit mengusik tidur seorang mahasiswi didalamnya. Aku membuka mataku perlahan mengerjapkannya guna mnyesuaikan mataku dengan teriknya sinar mentari. Seketika aku sadar dengan kejadian semalam tapi sepertinya… ada yang janggal. Ku edarkan pandanganku sesaat melihat seisi ruangan ini. ‘Tak ada yang aneh’ pikirku. Tapi aku ingat betul semalam aku pingsan didepan kamar mandi dan kenapa sekarang aku berada diatas ranjangku sendiri.
Ku beranikan diri untuk sekedar turun dari ranjangku untuk mencoba melihat kedalam kamar mandi dan ‘a-apa ini?’ kurasa ada sebuah benda dingin menahan kakiku untuk berjalan. Kuberanikan diri melirik kebawah dan kutemukan tangan dan sesosok wanita kemarin.

“AAAAAAAAAA...... Tolong !!!!” teriakku sekuat tenaga.

Aku mencoba berontak namun hasilnya nihil, ku hentakan kakiku guna melepas tangan ini yang sedari tadi memegangiku dengan kuat. Keringatku mengucur dengan derasnya dari dahi hingga menetes melewati dagu. Ku coba raih benda apapun yang ada didekat ku untuk sekedar melonggarkan pegangannya.

‘Mama Ayah aku harus bagaimana?’ batinku.

Aku langsung ingat perkataan ayah bahwa dimanapun dan kapanpun aku harus membaca do’a guna menjauhkan hal-hal yang tidak diinginkan. Akhirnya aku langsung merapal do’a dalam hatiku semampu dan sebisaku. Sesaat setelah aku merapal do’a pegangannya mengendur, ada rasa lega menghampiri diriku. Ku beranikan diri lagi untuk melirik kebawah ‘Ah dia hilang’ . Dengan tergesa-gesa aku berlari sekencang-kencangnya menjauhi kamar kosan angker itu.

Bruk… Aku menabrak seseorang, ku tengadahkan kepala guna melihat wajah orang yang ku tabrak, ternyata Rayhan. ‘Lho? Kok ada Rayhan disini?’ pikirku. Ku langkahkan kaki kebelakang untuk sedikit memberi jarak dengan Rayhan dan ternyata bukan hanya Rayhan disini ada dua sahabatku yang berdiri dibelakangnya, siapa lagi kalo bukan Cassy dan Lio.

“Kamu kenapa rin? Pake acara lari-larian segala? Kamu dikejar hantu?” tanya Lio.

“Iya nyampe ngga liat ada kita. Tepatnya kamu ngga liat aku sih.” Lanjut Rayhan.

“Eng-ngga apa-apa ko. Hehe aku Cuma lagi buru-buru aja. Ka- ” ucapanku dipotong.

“Ngga apa-apa gimana? Orang muka kamu pucet pasi gitu? Mimpi buruk lagi? Bukannya semalam kamu ditemenin si Vindha?” giliran Cassy yang bertanya.

“A-aku… Ah aku bisa gila.” Aku mengacak rambutku frustasi, aku terlalu takut untuk mengingat kejadian tadi dan semalam.

“Kamu kenapa si say?” ucap Lio menggoda.

“Mendingan kita ke kamar kamu deh, kita omongin disana aja, ngga enak kan kalo ketauan orang” ucap Rayhan, sebenarnya dia yang paling bisa berpikiran jernih dan tenang disini.

“Ngga! Jangan! Kumohon…” Aku mulai meneteskan air bening yang sudah berkumpul dipelupuk mataku.

“Emangnya kenapa Rin? Nyampe kaya ketakutan gitu?” tanya Cassy.

“Tolong bawa aku kemana aja asal jangan balik kekamar kosan. Please… “ ucapku memelas.

“Yaudah ayo kita ke café sebrang jalan raya sana.” Ajak Rayhan.

Aku pun hanya mengangguk lemah, sudah tak ada tenaga lagi rasanya walau hanya untuk sekedar berjalan saja.

Sesampainya di café Cassy memesan beberapa makanan dan minuman, dia khawatir aku akan pingsan karna wajahku yang sudah seperti mayat hidup. Aku langsung menidurkan kepala ku dimeja café. Rayhan yang duduk disamping ku ikut menidurkan kepalanya dan menghadap ke arah ku. Canggung sebenarnya dengan posisi seperti ini. Dia pun bertanya dengan nada yang lembut guna membuatku nyaman.

“Sebenernya kamu kenapa Rin? Cerita deh sama kita, seengganya kamu bakalan ngerasa tenang. Ngomong-ngomong sebenernya kita udah ada firasat ngga enak Rin sama kamu sama Vindha juga. Ya soalnya kamu ngga biasanya bareng sama dia, kamu tau sendiri dia itu sedikit aneh atau mungkin banyak anehnya.” Jelasnya.

“A-aku takut Han… Aku ngga tau harus cerita darimana, aku sendiri bingung kenapa bisa gini” ucapku lirih.

“Bisa gini gimana? Ga ngerti aku.” Tanya Cassy yang datang dengan satu buah nampan cukup besar berisi makanan dan minuman.

Aku pun menceritakan kejadian semalam dan tadi pagi dengan sesekali terisak karna aku menangis
saking takutnya.

“Udah-udah ngga usah nangis lagi. Ya udah nanti kamu nginep dirumah aku aja ya.” Ucap Cassy menenangkan.

“Iya, bener kata Cassy kamu nginep aja dulu dirumahnya nanti kita juga ikut ya Han. Hehehe” ucap Lio sembari cengengesan.

Rayhan hanya menggelengkan kepala, tak habis pikir dengan kelakuan sahabatnya yang satu ini.

“Mungkin sebenernya kamar kosan kamu itu emang angker dan Vindha… Aku masih bingung kok bisa dia ngilang kaya gitu? Terus kamunya juga, kamu harus jujur sama diri kamu sendiri Rin.” Jelas Rayhan.

“Maksudnya? Aku ngga paham” ucapku tak paham dengan jalan pembicaraan Rayhan.

“Maksud aku kamu harus jujur sama diri kamu kalau kamu itu butuh sama yang namanya ibadah. Aku tau kamu cape atau mungkin males, tapi kamu harus bisa melawan rasa itu Rin. Kamu harus sempetin waktu buat ibadah. Ya kamu ngerasain sendiri kan pas kamu baca do’a dia langsung ngilang.” Jelas Rayhan panjang lebar.

Aku terisak lagi mendegar penjelasan dari Rayhan aku mengerti sebenarnya apa yang terjadi padaku akhir-akhir ini. Aku sudah hampir tak peduli atau mungkin memang tak peduli lagi dengan ibadah yang memang seharusnya aku lakukan. Mungkin yang dikatakan Vindha ada benarnya bahwa dia menyukaiku, karna tak ada perlindungan apapun yang melekat pada jiwa dan ragaku.

“Udah-udah ngga ada gunanya kamu nangis. Cuma buang-buang energi aja,” Ucap Rayhan menengkan “mendingan kamu makan ini roti, biar kamu ngga lemes.”

“Iya bener kata Rayhan. Berarti hikmah dari kejadian ini, kamu harus rajin ibadah dan berdo’a dimanapun kapanpun mau kamu lagi sibuk atau apapun itu. Oke?” tutur Lio.

“Tumben kamu bijak Lio. Dududu mamanya Lio pasti sujud syukur liat kamu kaya begini. Hahaha” ledek Cassy sambil tertawa terbaha-bahak.

Akupun ikut tertawa, pasalnya Cassy akan memperlihatkan ekspresi seperti mama Lio dan Lio akan memeperlihatkan ekspresi bibir maju lima centi.

“Nah gitu dong. Kan enak diliatnya, jangan nangis terus” ucap Rayhan.

“Iya iya. Oke sekarang aku bakalan ubah hidup aku secara keseluruhan. Bukan karna hantu itu sih, aku sadar emang makin kesini aku suka bohongin diri aku sendiri alias ngga jujur. Hahhh… Lega rasanya punya sahabat kaya kalian, kalian selalu ada buat aku walaupun aku kaya gini. Hehe” ucapku sembari menggaruk tengkukku yang tidak gatal sama sekali.

“Alahhh… Ngga usah sebegitunya juga kali Rin kita kan emang sahabat, jadi udah pasti kita bakalan ada buat kamu bantu kamu lagi susah ataupun senang.” Jelas Cassy.

“Emang apanya yang mau dibantu kalau lagi seneng?” tanya Lio polos.

“Ya bantu seneng-seneng juga lah…” tutur Rayhan tenang.

“Hehe iya iya. Aku sayang kalian.” Ucapku lebay seraya menunjukan ekspresi sok imutku.

“Dihhh lebay alay. Ieewwhhh” ucap Cassy sambil menunjukan ekspresi ingin muntah.

 ***

[22 Desember 2011]

Dua bulan berlalu, sekarang aku sudah tak menetap dikosan angker itu lagi. Sejak kejadian yang menimpaku itu dan hilangnya Vindha secara tiba-tiba membuatku memutuskan untuk pulang ke kampung halamanku di Bogor dan mengambil cuti kuliah sampai setidaknya misteri itu dipecahkan. Aku sudah tak pernah mengalami hal-hal aneh lagi sekarang, aku hidup tenang dan damai bersama kedua orang tuaku. Terkadang aku rindu dengan sahabat-sahabtku di Bandung, sesekali akupun melakukan video call hanya untuk mencurahkan sedikit atau mungkin banyak rasa rindu yang kami rasakan, artinya bukan hanya aku saja yang merasakan kerinduan.

Siang tadi aku melakukan video call bersama sahabat-sahabatku itu dan mereka bertiga bercerita tentang misteri menghilangnya Vindha. Ternyata Vindha selama sekitar tiga bulan kemarin berada diluar negeri tepatnya di Venesia. Vindha sendiri bingung mengapa ia yang baru datang dari luar negeri bukannya disambut hangat oleh teman-temannya, tetapi malah ditanyai tentang hal yang ia tidak ketahui sama sekali. Semua orang dibuat bingung, ‘Lalu yang kemarin-kemarin dikelas siapa? Dan yang menemani ku makan siang, pulang ke kosan, jalan-jalan malam, dan lain sebagainya itu siapa?’ pikirku yang sekarang tengah bingung setengah mati.

‘Ah mungkin ini memang peringatan untuk ku agar aku harus rajin beribadah dan berdo’a’ kataku mantap dalam hati.
~Tamat~

Salah Siapa

Salah Siapa

Oleh: Muhammad Rifki Alian

Disuatu pagi saat memasuki hari pertama ujian akhir semester, ada seorang mahasiswa bernama Rifki yang masih tertidur lelap dikamar. Saat itu kamarnya masih berantakan sekali seperti, bantal, selimut, guling, itu berserakan di mana-mana, bahkan laptop pun masih menyala dengan membuka software Ms. Word, yang di dalamnya terdapat tugas kuliahnya.

salah siapa

Seketika itu Rifki berbalik posisi tidur, mengusap wajahnya dengan tangan, posisi badannya terbaring lemas, dan kaki terbuka. Rifki pun bangun dari tidurnya dengan raut wajah yang masih mengantuk. Perlahan-lahan Rifki membuka matanya dan tak sengaja Dia melihat ke pintu lemarinya bertempelkan kertas dengan tulisan “Hari pertama UJIAN AKHIR SEMESTER!!! Cinema History jam 8 pagi!!! Tidak boleh telat!”, Dia membacanya dengan mata melotot dan langsung mengalihkan penglihatannya ke jam dinding, jam itu menunjukan pukul 07.45 pagi.

“Aaaaaaaaaaaaaaa!!” Dia berteriak seakan-akan kaget melihat waktu yang menunjukan bahwa 15 menit lagi ujian akhir akan dimulai. Rifki langsung bergegas dengan cepat meninggalkan tempat tidurnya, Dia langsung berlali menuju kamar mandi dengan membuka pintu secara keras. Dia membuka keran air dan menjulurkan kedua jari tangannya untuk bercuci muka, tapi hanya bagian mata saja yang Dia cuci, lalu Dia pun menggosok giginya tanpa alat penggosok gigi dan tanpa pasta gigi melainkan Dia hanya menggunakan kedua jarinya yaitu jari telunjuk dan jari tengah untuk melakukannya. “Haahh” Dia menghembuskan nafasnya ke telapak tangan kanan dan Dia pun merasa bau dengan mulutnya itu.

Rifki membuka pintu lemari untuk mengambil pakaian kuliahnya, Dia terburu-buru tanpa memilih-milih. Dia memakai baju kaos berwarna hitam dan jaket berwarna merah, memakai kaos kaki hitam dengan sepatu kets berwarna coklat. Tanpa sarapan Dia pun langsung bergegas mengambil tasnya dan berlari menuju pintu keluar.

Tapi tiba-tiba Dia merasakan sesuatu yang aneh, Dia pun melihat ke bawah, ternyata Dia belum menggunakan celana, Dia hanya menggunakan celana box pendek. Rifki menepuk jidat menggunakan tangannya lalu Dia langsung kembali ke rumahnya untuk memakai celana. Dia berlari menuju tempat kuliahnya dengan ekspresi wajah yang sangat yakin bahwa Dia bisa sampai di kampusnya tepat waktu.

Diselah perjalanan Rifki, ada seorang anak kecil menggunakan baju berwarna kuning, berwajah cina sedang memakan pisang dengan lahap. Saat Rifki sedang berlari anak kecil itu kaget dan langsung melemparkan cangkang pisang ke belakangnya. Anak kecil itu jongkok dan Rifki terus berlari dengan merasa yakin bahwa Dia bisa melompati anak kecil itu. Ketika Ia berhasil melompati anak itu, tak sengaja kaki kanannya menginjak cangkang pisang yang tadi dilemparkan oleh anak kecil berwajah cina itu.

“Aaaaaaaaaa, aw” Rifki terjatuh. Seketika Rifki bangun dari jatuhnya dan Dia pun mengusap wajahnya menggunakkan kedua tangannya, lalu si anak kecil tadi langsung kabur meninggalkan tempat itu.

Dia terus berlari menuju kampusnya dengan bercucuran keringat yang sangat banyak.

Sesampainya di kampus, ada seorang wanita berambut panjang hitam, berkulit putih, menggunakan baju berwarna biru, menjinjing tas coklat dan membawa buku kuliahnya. Rifki dengan keadaan masih berlari itu tak sengaja menoleh ke wanita cantik itu dan terus melihatnya, Rifki tersenyum dan si wanita cantik itu menjawab senyumannya. Tapi tiba-tiba Rifki menabrak tiang gedung dan si wanita itu pun menertawakannya.

Rifki berlari menuju lift, akan tetapi lift tersebut penuh dan Dia langsung mencari jalan lain supaya bisa sampai ke ruang ujiannya yaitu dengan menaiki tangga darurat. Dia menaiki tangga dengan cara berlari, ketika Dia sampai di lantai ke empat, Dia merasa kelelahan dengan raut wajah yang kusam, tapi Dia tidak menyerah, Dia tetap melanjutkan perjalanannya untuk menuju ruang ujiannya itu.

Sesampainya di lantai 6, Dia masih berlari di kodidor menuju ruang ujian, saat itu Dia mengeluarkan sebuah kartu dari saku kanannya dan Dia langsung menambah kecepatan larinya hingga sampai di pintu ruang kelas dengan menjulurkan kartu yang dipegangnya itu. Tapi ketika Dia sampai di sana yang terjadi adalah Dia telat masuk ruang ujian, Dia sampai di sana pukul 08.01. Dia duduk di depan ruang ujianya dengan merasa lelah dan sekaligus kecewa. “Tidaaaaaaaaaak!!” dia berteriak karena terlambat masuk.

Disebuah taman depan gedung kampusnya, Dia duduk dan menghembuskan nafas kencang menandakan Dia merasa kesal dan menyesal pada hari itu.

Dari belakangnya datang seorang laki-laki berpakaian hitam putih dan berkata, “Kenapa?” Rifki pun menoleh sambil menjawab, “Telat ikut ujian” laki-laki itu menanyakan kembali, “Kok bisa?” Rifki mengalihkan pandanganya kedepan sambil berkata “Huhh, itu gara-gara tadi!” “Gara-gara apa?”, tanya laki- laki itu. “Gara-gara tadi tuh pisang, itu cewek sama tadi tuh liftnya”

Tak lama kemudian laki-laki itu pun langsung mendekatinya sambil berkata, “Yakin? Bukan karena apa yang kamu lakukan semalem?”. Rifki pun menunduk sambil memikirkan apa yang Dia lakukan waktu malam, “Semalem sih gue..... BBM an, maen sosmed, terus maen game, dan browsing. Nah trus gue juga ngerjain tugas tuh sampe jadi”, “Hhh.. tapi sampe jam berapa?” kata si laki-laki tak dikenal itu. Rifki menjawab sambil memikirkanya, “Sampai......... subuh sih” Rifki langsung melihat ke bawah.

Laki-laki itu membuat Rifki sadar akan kesalahannya. Rifki berkata sambil menoleh ke tempat laki-laki tadi diam, “Iya juga ya, harusnya gue....” tapi tiba-tiba si laki-laki itu hilang meninggalkan Rifki.

Akhirnya Rifki sadar akan kesalahannya, Dia tahu bahwa apa yang Dia lakukan semalam itu salah, dan Dia juga tahu harusnya kejadian sekarang itu bukan disesali tapi dijadikan pelajaran untuk besok. “Semoga besok lebih baik dari pada hari ini”, kata Rifki sambil bergegas pulang.

Rifki pulang ke rumahnya, lalu membuka pintu rumah dengan perlahan dan meletakan tasnya digantungan dekat pintu. Dan Dia melakukan aktivitasnya seperti biasa.

Dia menuliskan kata-kata disebuah kertas hvs berwarna putih dengan tulisan, “Sesuatu kesalahan jangan dijadikan penyesalan, tapi dijadikan pelajaran buat besok.”

Keesokan harinya Dia masuk kuliah tepat waktu dan melaksanakan ujian akhir semesternya dengan lancar.

Smart Solution

Smart Solution
Oleh: Muhammad Nur Rachman

Aku Terpilih Sebagai Ketua Dalam Project Smart Solution dalam pelajaran IT , yang di ajarkan oleh Bu Rahma. Dan seperti biasanya , para Ketua (leader) di setiap kelompok mengingikan anggota yang terbaik agar ide-ide & kreatifitasnya sejalan. Namun berbeda dengan anggotaku yang mayoritasnya para pemalas dan di sekolahpun mereka tukang tidur dan juga ada dia jagoan di kelas ini. Awalnya Aku merasa kecewa dengan anggota kelompok yang diberikan bu.guru ini , karna Aku harus satu kelompok dengan mereka selama 3 bulan ini , ditambah ada Dia yang kurang Aku sukai. Aku Aden , Aku Adalah Orang yang cukup pendiam dan tidak banyak tingkah di sekolah , Aku berpakaian rapih namun memiliki masalah di rambut , Aku kurang menyukai rambut yang pendek. Teman yang Aku tidak suka itu bernama adul , Dia jagoan dikelas , tukang buly , namun Dia memiliki nilai yang sangat bagus dalam pelajaran apapun , tetapi Dia pemalas dan satu lagi anggotaku adalah Dono, Dia orangnya tidak suka bergaul / menutup diri .

cerpen tema smart solution




Aku selalu berusah menyatukan anggota kelompok yang isinya para pemalas ini dengan susah payah , karna mereka selalu ada alasan untuk tidak berkumpul , Cuma satu dari mereka yang selalu bias hadir , yaitu adul yang aku kurang sukai itu yang selalu hadir , dia menghargaiku sebagai ketua . hanya dia yang mau mendengarkan & bisa memahami apa yang sedang aku bicarakan. Namun di hari ini aku meminta adul untuk membantu menyatukan anggota kelompok setelah selesai bel sekolah dibunyikan , karna aku yakin semuanya pasti patuh pada perintah Adul ini. Dan benar saja dugaan ku semua hadir karna undangan dari Adul .

Dan ketika saat semua anggotaku berkumpul , Aku langsung memulai pembicaraan.

“Makasih udah nyempetin waktu “

“Ya emngnya harus kaya gini den , kan kita lagi kerja kelompok. ” Ujar Dono

“Yaudah Kalo Gitu , langsung saja kita harus membuat konsep dasarnya dulu baru melanjutkan kedalaman penulisan sytaxnya” ujar adul dengan wajah mulai memalas.

“Yasudah ini ada salinan & referensi waktu itu yang di ajarakan Bu.Rahma “ Balas aden sambil memberikan Flashdisk kepada dono. “cepat Copy don , Gua pengen pulang” balas adul .

“Oke selesaikan” lanjut adul , “Oke Bagus , sekarang tinggal pulang “ Balas Dono . “Ingat Besok Kumpul lagi , Jangan lupa deadlinenya tanggal 21 Agustus ! ” Balasku sambil menegaskan.

Seperti kelompok lain , kami sering mencari referensi & ide-ide baru untuk project ini agar cepat selesai ,Namun sering kali kami saling beradu pendapat yang membuat , ketika kami berkumpul jadi hanya buang-buang waktu untuk saling beradu pendapat yang kurang penting ini.Namun begitulah kami seperti ini,setelah kurang lebih saling mengetahui keahlian masing –masing barulah Aku membagi mereka kedalam tugas yang harus diselesaikan. “Dul , Ngerjain bagian design ya ? “

“Oke Kapten “Balas Adul dengan wajah yang bersemangat , “Sisanya tinggal Aku & Dono cari materi untuk isi web & system web nanti “.

“Yasudah deh “ Balas Dono dengan malas , Kami sering bertemu di hari sabtu untuk melihat perkembangan Bagaimana web dan system yang kita kerjakan , dan menurut aku project ini sangat cepat berkembang karna dalam waktu 2 bulan sudah mencapai 50%.Kami merasa sudah cukup baik dalam pengerjaan tugas ini , jadi kami pikir dalam waktu kurang dari 3 bulan project ini akan selesai.

“Don , Project ini simpan di laptop mu ya ? “ kata adul , “Malas ah “ balas dono , “Ayolah tinggal 1 bulan doang simpan di lu ajah don ?”.

“Yasudah deh , sini copy kesini , setelah selesai di copy aku mau pulang udah sore nih” balas dono , “Oke dul ” balas aku.

Project kami tinggal hanya kurang dalam bentuk materi isinya saja , sisanya kira-kira sudah cukup bagus , tapi ketika hari senin pagi adul Datang dengan wajah panik , Dia bercerita kalo laptopnya dimaling semalam , seketika aku & adul terdiam karna memikirkan semua project selama ini ada dilaptopnya. “Kok Bisa Don ? ” kata adul dengan wajah emosi , “Namanya juga musibah dul “ balas dono . “Yasudah berarti kita mesti buat dari awal , kita udah tau konsepnya tinggal membuat seperti yang pertama itu . ” balas aku agar mereka tidak terbawa emosi , “Bikin ajah sendiri , cape gua ! ” dengan nada tinggi Adul membalas , lalu Adul pergi meninggalkan Dono. “Sudah Don , biarkan dulu si Adul ntr kalo udh aga tenang baru kita ajah bicara lagi “ . “Oke Den , Maaf ya “ . Balas Adul.

“Iyah , gpp namanya juga musibah dul “ . Setelah seminggu berlalu kita tidak berbicara soal project ini , Aku sebagai ketua harus berusaha menyatukan Adul & Dono karna mereka sebagai anggota kelompok aku. Aku mencoba menghampiri si adul “Dul ?”.

“Apa Den ? ”.

“Ayo kita terusakan project ini ? ”.

“Gak bisa , merasa putus asa gua den . ”

“Ayolah Tenang pasti bisa ko , kita udah pernah melakukannyakan ? Project itukan udah 50% ayo sedikit lagi”

“Oke baiklah , Kita bergerak cepat ya ? ”

“Siap Bos , tolong maafkan si Dono , itukan musibah ”

“Sebenarnya sudah aku maafkan , hanya aku tidak terima hasil usaha yang aku buat hilang begitu saja ”

“Aku mengerti ko dul “

“Baiklah sabtu sekarang kita berkumpul untuk membuat project yang baru , waktu tinggal 1 bulan lagi , pasti selesai !”

“Oke kapten”

Ketika hari sabtu , kami langsung bergegas mengerjakan & mengcoding program untuk project ini , karna awalnya kami pernah membuatnya jadi untuk membuat seperti yang sama lagi terasa begitu mudah dan tidak terasa , meskipun kami mengerjakannya sambil bermalas – malasan. Tapi ini pasti selesai sebelum tanggal 21 Agustus. Kali ini sangat mudah karna semua ide-ide kami sudah bersatu , dan sudah mempunyai konsep yang sama , yang membuat kami tidak perlu lagi untuk mempermasalahkan soal ide – ide atau konsep project ini , setiap sabut dan pulang sekolah kami sempatkan untuk berkumpul untuk meneruskan project ini.

“Semangat kawan , 1 minggu lagi deadline !” Ujar Aku memberikan semangat kepada mereka ,

“Aku berpikir tugas ini tidak akan mudah diselesaikan karna waktu itu ada musibah yang menimpa Dono , tapi mungkin ini berkat usaha dan kerja keras anggota ini dan mungkin tugas ini akan segera selesai karna project ini tinggal penyelesaian dalam hal konten atau isinya saja , semoga saja hasilnya tidak mengecewakan Adul dan Dono “ berbicara di dalam hatinya .

Tanpa terasa tinggal mengitung hari saja tugas ini akan dikumpulkan kepada Bu rahma . Kami sungguh tak percaya bisa mengerjakan project secepat ini.

Tibalah tanggal 21 untuk mengumpulakan tugas ini , aku merasakan perasaan yang bagus tentang project ini ,

“Semoga hasilya tidak mengecewakan “ aku berbicara di dalam hati.

Kami sudah berusaha semaksimal mungkin , semoga hasilnya bagus, kami yakin telah melakukan usaha yang terbaik , jadi kami percaya diri atas apa yang kami kerjakan.

Ketika pulang sekolah kami berkumpul di ruangan MTK.

“Selesai Sudah Tugasku sebagai ketua kalian ” Aku memulai pembicaran.

“Makasih atas kerjasamanya kawan ” lanjutku lagi ,

“Tenang ajah kapten” balas Dono & Adul.

“Yakin hasilnya pasti bagus” lanjut Adul.

“Aminnn Dul” balasku.

Setelah perbincangan sesaat itu kami langsung pulang kerumah masing-masing. Kami bangga atas apa yang telah kami kerjakan , tinggal Allah yang menentukan hasilnya.

Manis Selalu Bersama Madu

Manis Selalu Bersama Madu
oleh Yulian Rizki Nugraha

Di suatu kota ada seorang pria, bernama Priyo. Dia bersekolah di suatu SMA di kota tersebut dan duduk di kelas dua. Orangnya biasa- biasa saja, pendiam dan sedikit pemalu. Dia biasa berkumpul dengan keempat temanya ketika ada waktu luang di sekolahnya dan mereka saling berbagi cerita. Suatu hari ketika sedang ada kegiatan di lapangan sekolahnya, Priyo melihat sebuah gadis dari atas yang membuat hatinya berbunga-bunga. Lalu ketika dia berkumpul dengan kelima temannya, ia menceritakan hal itu ketemannya ke pada teman-temannya.

“Bro, dia cantik ya?” dengan malu dan pelan.

“Yang mana?” jawab Andi.

“Yang itu tuh,” sambil menunjuk.

“Masa sih cantik?” tanya Budi.

“Iya dia mirip perempuan yang aku sukain waktu SMP,” jawabku.

“Ketemu dimana tuh?” Tanya Rai.

“Barusan ngeliat dari atas,” jawabku.


Manisnya madu

Setelah dia bercerita, dia berusaha mencari cari nama wanita yang disukainya. Dia sering melihat perempuan itu, namun dia belum juga mengetahui namanya. Lalu dia memikirkan bagaimana caranya agar mendapatkan namanya. Lalu dia menemukan sebuah cara untuk mengatahui namanya. Ketika dia berjalan di lantai satu , dia melihat perempuan itu dan melakukan cara yang telah dia rencanakan. Lalu dia melihat namanya yang terdapat di kartu identitasnya. Dia sempat lupa karna hanya melihat nama itu dengan sekilas. Namun, ketika ada sebuah jadwal kegiatan rutin yang dikerjakan di sekolahnya, dia melihat jadwal tersebut dan mengetahui bahwa dia satu kelompok dengan perempuan tersebut.

Ketika sudah hari H dia lupa bahwa dia satu kelompok dengannya.

“Oh iya, dia kan satu kelompok dengan aku,” gumamnya.

Dia langsung mengisi daftar hadir, lalu melihat nama perempuan tersebut, lalu menghapalkan nama perempuan tersebut. Dia bersikap seperti biasa, namun dia berusaha menjaga agar tidak kelihatan bahwa dia memendam rasa pada wanita itu.

Hari pertama Priyo sangat dingin. Priyo sempat bertemu dengan salah satu temannya, lalu dia bercerita dengan temannya bahwa wanita itu satu kelompok dengannya.

“Bro liat tuh perempuan, dia satu kelompok sama aku,” ucapku.

“Yang mana sih?” tanya Putra.

“Itu yang lagi baca mading,” jawabku sambil menunjuk.

“Ohh itu, itu kan adenya temen saya.” Jawab Putra

“Iya tah?” Tanyaku..

“Iya, serius,” jawabnya.

Hari kedua dia mulai mendekatinya, berbincang dengannya dan berbuat jahil dengannya agar bisa lebih dekat. Hari ketiga adalah hari terakhir, Priyo sudah mulai dekat dengannya dan dia berbuat jahil agar bisa lebih dekat lagi. Dia sebenarnya sangat sedih karna itu merupakan hari terakhir untuk bersama dengan si perempuan itu.

Ketika malam hari di hari ketiga, perempuan itu mulai menghubungi lewat akun sosial. Dan priyo mulai mengajak chat lewat akun sosial tersebut. Semakin hari semakin dekat lewat akun sosial tersebut. Mereka selalu berbagi cerita dan setelah tiga hari, Priyo bercerita tentang isi hatinya ke perempuan tersebut. Tenyata mereka saling menyukai, setelah perempuan itu juga menceritakan isi hatinya bahwa dia menyukai Priyo. Mereka menjalin hubungan tak lebih dari teman biasa.

Mereka baru dekat selama beberapa minggu. Namun cinta mereka sudah diuji. Perempuan itu mendapat nilai yang kurang baik, setelah berteman dengan Priyo. Hal itu yang membuat pertemanan mereka bermasalah. Hubungan mereka menjadi kurang baik. Awalnya Priyo merasa aneh dengan tingkah laku perempuan itu. Namun setelah Priyo menyeledikinya, akhirnya dia mengetahui penyebabnya.

Semakin lama mereka semakin menjauh. Priyo berusaha tegar dan bisa mengiklaskannya. Priyo berkomitmen untuk berusaha agar tidak mengganggunya lagi selama di jenjang pendidikan.

“Aku akan berusaha agar tak menganggunya lagi, agar dia bisa fokus belajar dan tidak semakin menjauh,” gumamnya.

Dia sudah berusaha untuk melupakan perempuan itu selama 4 tahun , namun dia tidak berhasil melakukan itu. Priyo kini telah mempunyai karir yang sukses di kota lain, dia berhasil mewujudkan cita-citanya dan telah menjadi tenar. Namun Priyo masih sendiri, belum mempunyai pasangan, dia belum pernah jatuh cinta kepada perempuan lain. Mungkin karna dia masih mencintai perempuan itu.

Priyo menjadi risau di tempat kerjanya. Lalu teman baiknya mendekatinya lalu menanyakan.

“Apa yang terjadi?” Tanya temannya.

Namun Priyo berusaha menutupinya karena malu. Setelah temannya memaksa , akhirnya dia menceritakan masalahnya kepada temannya di tempat kerjanya.

Lalu temannya memberi saran.

“Bagaimana kalau kamu kejar lagi cintamu itu,” saran temannya.

“Tapi aku takut,” jawabku.

“Kenapa takut? ” Tanya temannya.

“Aku takut gagal lagi,” jawabku.

“Sudah lakukan saja, berhasil atau gagal itu belakangan. Tapi kamu harus optimis berhasil, siapa tau itu emang jodoh kamu,” jawab temannya.

“Baik lah, akan ku coba.” Jawab Priyo dengan semangat.

Dia menuruti saran temannya itu, lalu dia kembali ke kota asalnya untuk mengejar cintanya. Dia berusaha mencari perempuan itu. Setelah beberapa minggu, usahanya tak sia-sia. Dia berhasil menemukan perempuan itu.

Priyo mulai menghubingi perempuan itu. Perempuan itu ternyata menunggu Priyo karena sebenarnya dia masih mencintai Priyo. Mereka mulai dekat kembali. Semakin lama, mereka semakin dekat. Tiga tahun kemudian mereka melanjutkan hubungan mereka ke pelaminan.

Mereka kembali bersama setelah berpisah dalam waktu yang lama, mereka hidup menjadi keluarga yang bahagia. Mereka ibaratkan manisnya madu. Manis tak akan jauh dari madunya. Jika manis menjauh, pasti akan kembali lagi kepada madu. Karena madu dan manis selalu bersama.

Cerpen: Dalam Diam Aku Mencintainya

Dalam Diam Ku Mencintainya
Oleh: Nabila Nur Jayanti

Pagi yang dingin terasa menyelimuti Bandung hari ini. Awan mendung pun siap untuk memuntahkan air yang telah dikandungnya dalam bentuk butiran bening air yang tak begitu deras. Hanya gerimis yang datang. Mungkin awan itu pun tak ingin terlalu kasar mengawali pagi di Bandung. Mungkin juga tersimpan berjuta sesal dalam awan itu karena telah menggusur keberadaan mentari pagi yang bertahta.

ceria diam diam aku cinta padanya

Bandung, kota di yang begitu ramai sepagi ini. Langkah cepat rakyatnya menandakan kedisiplinan yang tertanam sejak belia., Dari keramaian Bandung di pagi hari, terdapat sebuah rumah kecil yang tak begitu megah dengan dua orang wanita yang meninggalinya.karin dan putri , begitulah nama mereka. Putri yang terbiasa melakukan sholat tahajud pada pukul 02.00 telah bangun sedari tadi dan tengah melakukan aktivitas rutin setiap pagi nya.

Putri telah menjadi nama panggilannya sedari kecil. Gadis ini tersentak kaget ketika seseorang menepuk bahunya dari belakang sofa empuk putih yang ia tempati untuk Merapihkan baju yang telah ia lipat.

“Masih pagi loe udah bangun Put” Ujar Karin yang tak sepenuhnya mampu membuka kelopak matanya lebar-lebar, masih setengah mengantuk berjalan sempoyongan meninggalkan biliknya dan menuju ke arah Putri.

“Yee, gue kan tiap hari bangun pagi, Rin. Emangnya loe. Udah sana gih ambil wudhu dan cepet sholat, entar keburu abis waktu shubuhnya” Ujar putri. .

“Oiya, hampir lupa gue” Sahut Karin dan langsung bergegas cepat menuju kamar mandi.
Putri dan Karin telah berkarib sejak lama, bagaikan memiliki darah yang sama dan sama-sama mengalir pada tubuh mereka. Sudah sangat dekat dan begitu lekat, meskipun sifat keduanya sedikit berbeda.

Karin yang berusia 3 bulan lebih tua dari Putri, merupakan gadis manja yang cantik dan manis. Rambutnya pendek sebahu, tak pernah membiarkan poninya terurai menutupi keningnya yang datar, selalu menjepitkan jepit hitam di sebelah kanan dan menyibak poninya. Jadi tampak begitu manis. Kalau sifat manjanya, mungkin karena dia anak tunggal dan merupakan gadis yatim sejak usia 5 tahun.

Mamanya bekerja mati-matian sepeninggal papa karin, dan mungkin juga karena salah didikan dari mama Karin yang begitu sangat-sangat menyayangi dirinya. Semua keinginan Karin selalu terkabul dan jarang sekali Karin terlihat mengeluh pada mamanya. Sedangkan Putri , gadis cantik berkulit putih dan mengunakan hijab simple , membuatnya terlihat muslimah dan cantik . Dia putri kedua dari tiga bersaudara. Kakak pertamanya telah mengarungi bahtera rumah tangga selama 3 tahun ini. Adiknya masih duduk di bangku SMA.

Meskipun Putri tergolong orang kelas atas, tapi dia tak pernah menumbuhkan sifat manja pada dirinya. Dia pekerja keras. Di Bandung dia tidak hanya seorang mahasiswi, tapi juga seorang pegawai di sebuah kafe makanan ringan ternama di Bandung. Makanannya berupa hot dog, cappuccino, bread burn, sandwich, dan pancake. Cukup menggiurkan jika untuk di nikmati bersama keluarga, kawan, atau kekasih.

Walau berbeda sifat, mereka sebenarnya dua cewek yang baik dan ramah. Mumpung sedang cuti kuliah, Putri memanfaatkan waktu luangnya sebaik-baik mungkin. Sepulang kerja, tak lupa ia selalu belajar materi kuliahnya. Sedangkan Karin, mungkin setiap hari dia akan mengunjungi kafe-kafe ternama di Bandung.

Karin pun tak pernah lupa untuk mengunjungi Putri di kafe. Makanan favoritnya adalah pancake blueberry dan cappuccino hangat. Dan selalu mencurahkan isi hatinya tentang pria yang ia kagumi selama ini yang begitu dekat dengan Putri juga Karin. “Reynand” laki-laki blasteran antara Indonesia dan Australia yang sejak SMA telah menetap di Bandung bersama paman dan bibinya.

“Put, gue tuh pengen banget rey tau soal perasaan gue selama ini” Ujar Karin penuh harap sambil memakan potongan pancake yang ia potong. rey adalah nama kecil reynand.

“Kalau loe pengen, loe harus usaha dong Rin. Jangan cuma ngomong ke gue, ngomong aja ke Rey. Gue yakin dia juga punya perasaan yang sama ke loe” Jawab Putri dengan tulus, walau hatinya sakit.

“Hmm.. udahlah jangan ngomongin Rey dulu. Gue pengen tau cowok yang loe taksir Put, siapa sih dia?” Tanya Karin paksa.

“Gue udah bilang sama loe kan, Rin. I don’t like to any boy here” jawab Putri tanpa memandang sahabatnya.

“Really? Ya udah gue nggak mau maksa” Sahut Karin sambil meneruskan makannya.

Tak mungkin Putri akan memberitahukan perasaannya selama ini pada Karin. Karena laki-laki yang ia dambakan selama ini adalah Reynand, teman sekampusnya dan Karin, yang juga pria pujaan hati Karin. Selama ini, Putri memang selalu mengalah pada Karin.
Keesokan harinya.

Putri sedang berjalan menuju kafe tempatnya bekerja. Di tengah perjalanan, dia bertemu dengan Rey. Dan, Rey mengajaknya untuk membicarakan sesuatu yang amat penting pada Putri.

“Put, gue mau jujur sekarang” Kata Rey memulai pembicaraan.

“Jujur tentang apa? Gue nggak ngerti” Balas Putri.

“Gue.. gue, gue suka sama Karin” Kata Rey lirih namun penuh harap.

“Apa?” Ujar putri kaget.

“Yes, I like Karin. I love Karin. I want to Karin to be my affair” Kata Rey lagi. Hening. Tak ada jawaban dari Putri.

“Okay, I will tell it to Karin. Loe tenang aja. Gue kerja dulu ya. Good morning, Rey” Kata Putri dan berlalu pergi meninggalkan Rey yang masih duduk di kursi taman.

Dia berlalu sambil menangis. Tak mampu lagi ia membendung air mata kecewa ini. Rey adalah cinta pertamanya, Rey adalah orang pertama yang mampu menyentuh hatinya. Dia bahkan belum pernah berpacaran. Walaupun parasnya lebih cantik dibandingkan Karin dan sudah banyak menerima pernyataan cinta dari kaum Adam, tak satupun yang mampu menggoyahkan hatinya. Baru kali ini ia merasakan jatuh cinta dan rasa ingin memiliki. Tapi, harapannya telah kandas di tengah jalan.
Rey tak pernah menaruh hati pada Putri, dia hanya menganggap Putri sebagai seorang teman saja, tidak lebih dari itu. Dia sudah berusaha untuk menghentikan tangisnya, tapi malah semakin pecah dan parah. Putri tau rasa cinta yang ia miliki untuk Rey itu jauh lebih besar daripada milik Karin. Tapi, Rey tidak bisa melihat itu semua.

Sesampainya di kafe, ia tak ingin semua pegawai atau bahkan bosnya tau kalau dia sedang ada masalah. Dia berusaha untuk terus melampirkan senyum manisnya walau matanya terlihat merah. Namun, Sarah tau kalau Putri habis menangis. Sarah adalah teman dekat Putri di kafe. Dia tidak kuliah.

“Kamu baik baik aja , Put? Kenapa menangis ?” Tanya Sarah.

“Aku baik baik aja. Jangan khawatir, aku tidak menangis ” Jawabku.

“Beritahu aku, Put” Paksa Sarah.

“Jangan ganggu aku sar, please. Aku engga kenapa kenapa , aku mau kerja dulu . ” Kata Putri dan berlalu pergi.

Setelah pulang kerja dan sampai dirumah, Putri segera menyampaikan semuanya pada Karin. Bukan main senangnya Karin, dia langsung menjingkat dan melompat-lompat di atas sofa yang mereka duduki. Dia terlihat begitu girang, sedangkan Putri hanya tersenyum kecil melihat tingkah sahabatnya yang sebenarnya sungguh memilukan perasaannya.

“Putri,gue seneng banget. ” Jawab Karin sambil terus tersenyum.

“Ya gue juga seneng. Gue masuk dulu ya” Kata Putri dan berlalu pergi menuju kamarnya.

Karin hanya tersenyum sedari tadi.

Dia menutup pintu kamarnya dan langsung membaringkan tubuh indahnya diatas spring bed gambar baby bear berwarna ungu. Dia mengambil sebuah boneka beruang yang cukup besar jika untuk dipeluk seorang manusia berwarna coklat muda dan menumpahkan ribuan tetes air matanya pada boneka itu. Kasihan sekali. Cinta pertamanya harus bertepuk sebelah tangan. Gadis cantik ini memang selalu mengalah pada sahabatnya, Karin.

Kini dia hanya bisa menangis merenungi nasib cintanya yang tak pernah digubris oleh Rey. Tapi, dia juga ingin bahagia demi Karin. Dia akan terus berusaha tuk selalu tersenyum.

Akhirnya malam pertemuan pun tiba. Karin dan Rey telah bertemu di dalam keramaian suasana Bandung malam ini. Putri hanya bersembunyi di balik keramain para warga bandung yang berlalu lalang. Tapi meskipun dalam keadaan ramai, Putri tetap bisa mendengar pembicaraan antara Rey dan Karin.

“I Love You, Rin. Aku tau jika perasaanku ini sedikit konyol. you are my friend, but I love you so much. I want to make you to be my affair, you want?” Tanya Rey sekaligus memohon pada Karin. Putri mendengarnya dengan saksama meski Rey menggunakan bahasa Inggris. .

“Yes, Rey , I want. I love you too” Begitulah jawaban Karin.

Sekarang, tepat pada tanggal 11 Agustus 2014 mereka resmi menjadi sepasang kekasih. Putri akan selalu mengingat-ingat peristiwa pilu ini. Dia menangis saat mereka saling berpelukkan. Dia tak menyia-nyiakan waktu lagi. Putri segera melangkahkan kakinya untuk pergi dengan langkah gontai. Dia yakin kalau dirinya akan sampai pada rumahnya lebih dulu daripada Karin. Dia tau kalau Karin akan pulang larut karena pasti mereka akan merayakan peristiwa ini.

Setelah sampai, Putri segera berwudlu untuk sholat Isya. Gadis muslim ini tak pernah lupa untuk menjalankan kewajiban 5 waktunya. Tak seperti Karin yang harus selalu diingatkan. Dia tak ingin terlalu larut dalam kesedihan akan cintanya yang bertepuk sebelah tangan. Di dunia ini, masih banyak laki-laki. Bukan hanya Rey. Dia mencoba untuk merelakan Rey. Putri serahkan semuanya pada Tuhan yang selalu bersamanya.

Jika sedang tidak bekerja, Putri selalu diajak oleh Karin untuk berjalan-jalan bersama Rey, dan Putri tak pernah menolaknya. Sungguh, Putri adalah sahabat yang paling pengertian di dunia ini. Pengorbanannya amatlah besar untuk Kariin. Pagi ini, kebetulan dia sedang libur kerja dan masih cuti kuliah.

Karin mengajak Putri pergi berjalan-jalan bersama Rey hanya sekedar untuk mengelilingi kota Bandung. Mereka berjalan-jalan dan membeli hot dog. Karin dan Rey terlihat sangat mesra, dan Putri hanya berusaha untuk terus tersenyum walau hatinya sangat-sangat sakit.

Setelah cuti kuliah selesai, Putri kembali fokus pada materi kuliah. Dia belajar mati-matian agar dia bisa lulus dengan nilai memuaskan. Putri adalah gadis yang kepandaiannya jauh berbeda dengan Karin. Meski dia tidak mendapat beasiswa sepenuhnya, tapi dia tetap berusaha. Dia harus membayar rumah sewa yang ia tinggali bersama Karin. Namun, Karin selalu mendapat kiriman dari mamanya untuk membayar sewa, sekaligus biaya kuliahnya yang tak murah.

Meskipun orangtua Putri juga melakukan hal yang sama seperti mama Karin, tapi uang kiriman itu sebagian selalu ia tabungkan. Jadi, jika ada keperluan mendadak dia tidak akan risau. Akhir-akhir ini, Karin jarang keluar bersama Rey. Dia lebih sering bermain ponselnya dan tersenyum-senyum sendiri.
Pernah sekali Putri memergoki kalau dia tengah chattingan bersama Andi. Andi adalah teman Karin dan Putri sewaktu SMA yang kuliah di jakarta. Sudah jelas bahwa Karin sedang mendua. Dia bilang, Rey sedang sibuk dengan urusan ujian kuliahnya. Jadi, Rey tidak punya banyak waktu untuk dihabiskannya bersama Karin. Maka dari itu Karin merasa bosan.

Putri memarahi Karin habis-habisan. Putri tidak ingin kalau Rey harus merasakan apa itu patah hati yang pernah ia alami. Dia ingin Rey bahagia walau bahagianya itu bukanlah dirinya. Karena menurutnya cinta itu butuh pengorbanan. Akhirnya, Karin meminta maaf dan segera mengakhiri cinta terlarangnya bersama Andi.

Sejak saat itu, Putri jadi tidak yakin dengan cinta Karin untuk Rey. Selama ini dugaannya memang benar kalau cinta Karin tak lebih besar dibandingkan cinta Putri untuk Rey.

Setelah 3 tahun berlalu, akhirnya Putri, Karin, dan Rey telah lulus kuliah. Putri bangga karena selama ini jerih payahnya untuk belajar tidak sia-sia. Nilai kelulusannya cukup tinggi dan Putri sangatlah puas. Karena dia akan pulang kembali ke jakarta, dia memutuskan berhenti bekerja. Untuk terakhir kalinya, dia pergi ke kafe untuk menyampaikan niatnya itu pada bosnya, sekaligus berpamitan pada semua temannya di kafe itu.

Setelah berfoto wisuda, tiga orang ini berjalan-jalan dan mampir sebentar ke sebuah kafe namun bukan kafe tempat kerja Putri dulu. Setelah memesan minuman dan sekedar makanan ringan, tiba-tiba ponsel Karin berdering. Dia segera mengangkatnya. Putri takut kalau-kalau Karin
menduakan Rey lagi. Tapi, Putri segera menepis semua buruk sangkanya itu.

Setelah semua kembali duduk, sekarang giliran ponsel Putri yang berdering. Ternyata dari keluarganya di Jakarta. Mungkin Putri terlalu lama teleponan, hingga dia melewatkan sebuah peristiwa yang akan benar-benar melukai hatinya untuk yang kedua kali. Rey memberikan sebuah cincin berlian pada Karin, dia melamarnya. Tapi, ternyata Putri tau. Putri bisa melihat dari balik pintu karena tempat duduk mereka dekat dengan pintu keluar.

Putri ingin menangis tapi ia masukkan kembali air matanya yang sebentar lagi akan memerahkan kedua matanya yang indah itu. Dia kembali duduk dan mereka menceritakannya pada Putri. Putri berpura-pura bahagia dan dia beralasan untuk ingin segera pulang membereskan seluruh barang-barangnya, karena besok pagi dia akan pulang ke Jakarta. Begitu juga Karin dan Rey, namun mereka masih ingin berdua.

Putri pergi dan mulai menangis dengan derasnya. Dia sampai di rumah dan segera merapikan seluruh barang-barangnya. Setelah selesai, dia meraih diarynya dan menuliskan semua perasaannya pada tiap lembaran kertas tersebut. Lukanya sangat dalam. Dia juga cemas jika mereka sampai ke pelaminan. Dia takut Karin tidak bisa menjaga hatinya untuk Rey dikala dia merasa bosan karena Rey tak ada di sampingnya.

Dia terus menangis sampai ketiduran. Karin pulang dan membangunkan Putri karena waktu sholat Asar telah tiba. Baru kali ini Karin yang membangunkan Putri. Mereka sholat berjamaah. Dari wajah Karin, terlihat jelas bahwa ia sangat-sangat gembira. Putri ingin agar Karin bisa tetap setia selamanya bersama Rey.

Setelah pulang ke Jakarta, Rey dan Karin masih sering keluar bersama. Memang jarang mengajak Putri karena Putri kini tengah sibuk dengan karirnya menjadi seorang dokter muda. Dengan pekerjaannya dia bisa menghapus sedikit lukanya. Meski sampai saat ini, tak ada seorang pun pria yang mampu menyembuhkan lukanya. Hatinya dan cintanya masih tetap untuk Rey.

Setelah 6 bulan, Rey dan Karin memutuskan untuk segera menikah. Bahkan, Karin sendiri yang memberikan undangan pada Putri . Betapa hancurnya hati Putri. Dia terluka untuk yang ketiga kalinya. Pertama, ketika karin dan Rey menjadi sepasang kekasih. Kedua, ketika Rey memberikan cincin berlian pada Karin sekaligus melamarnya. Ketiga, ketika mereka memutuskan untuk segera menikah.

Namun, Putri masih sama seperti dulu. Selalu menyembunyikan kesedihannya lewat senyum bibirnya yang manis. Tidak ada teman yang bisa ia buat sebagai pencurah perasaannya. Satu-satunya tempatnya mengadu, hanyalah kepada Tuhan melalui sholatnya.

Karin akan menggelar resepsi di dua negara secara bergantian. Pertama, di Indonesia dan kedua di Australia. Putri akan datang di hari pernikahan sahabatnya yang sudah seperti saudaranya itu. Dia terus menemani Karin. Namun, ia tak bisa menghadiri resepsi di Australia karena tuntutan pekerjaan.
Di pesta, Rey dan Karin terlihat sangat bahagia. Sepulangnya dari pesta, dia segera masuk ke biliknya. Sholat Isya lalu merenungkan nasibnya di tepi jendela kamarnya bertemankan dengan kedipan cahaya bintang.

Dia tidak tau kapan dia harus menghilangakan rasa cinta nya. Kapan ia harus menikah dan dengan siapa. Karena, sampai detik ini hanya Rey yang selalu ada di pikiran dan hatinya. Begitulah akhir dari kisah cinta Rey. Sampai, orangtuanya yang mencarikannya jodoh. Sebenarnya, mudah saja bagi gadis cantik seperti Putri untuk mencari sendiri. Namun keteguhan hatinya yang tak pernah bisa melupakan bayangan Rey, selalu menjadi penghalang. Dia akan selalu mencintai Rey dalam diamnya.

Cerpen: Tangis Sang Bendera Pusaka

TANGIS SANG BENDERA PUSAKA
Oleh:Nesta Maulana
Sang cahaya alam mulai bersinar di ujung kain merah putih yang begitu diagungkan bak dewa yang tak boleh menyentuh tanah.Setiap hari mereka mengagungkan sehelai kain itu tanpa memperdulikan arti dan makna perjuangan yang terkandung disetiap benang dan jahitannya.

Cerpen tentang indonesia

Perkenalkan namaku Rivaldy, saat ini aku masih duduk di bangku kelas 9 di Smp Negeri Merdeka Bogor. Sekolah yang memberikan goresan yang begitu indah dan begitu mendalam bagi hidupku . Hari-hari ku diisi dengan warna-warni kehidupan ini, mulai dari kisah hidupku, keluargaku, bahkan lingkungan persahabatanku semua mempunyai keindahannya tersendiri.

“Teet .. Teet .. Teet .. ”

Suara bel membuyarkan semua lamunanku tentang indahnya negeri yang maha kaya ini. Kulihat semua sudah mulai berbaris rapi untuk melaksanakan upacara hari senin. Semua mengikuti upacara dengan khidmat dan disaata sehelai kain itu mulai dibentangkan.

“Kepada sang saka merah putih , Hormat Gerak !”

Komandan upacara dengan lantang memberikan komando, dengan khidmat semua memberikan penghormatan kepada sehelai kain yang dianggap Dewa itu . Kecuali dengan satu anak , dia tak memberikan penghormatan terbaiknya kepada sang dewa dengan jahitan benang merah dan putih itu . Ya namanya Sudirman, Dia terkenal dengan kenakalan dan kepintarannya di sekolah ini. Sebenarnya sudah berulang kali guru kami memperingatkannya tentang agungnya sang merah putih itu. Namun, Dia hanya tersenyum dan berkata

“Iya , Pa” Atau

“Iya , Bu.”

Dan akhirnya aku diberi kepercayaan untuk menanyakan hal ini kepada Sudirman , dikarenakan aku adalah sahabat terdekatnya .

“Mungkin, Sudirman akan lebih terbuka jika menceritakan semua itu kepada teman sebayanya” begitu kata Pa Anwar yang membibing kami di bidang konseling dan pengembangan diri.

Hari ini aku berencana untuk bertukar pikiran dengannya untuk masalah ini. Selesai upacara aku menghampirinya dan menyapanya dengan ramah

“Hai bro !”

“Oi ! Oh lu dy, gua kira siapa. ” ungkapnya membalas sapaan ku dengan akrab .

“Ke kelas yuk bro” ajak ku untuk mengawali pembicaraan kami, Dia hanya mengangguk tanda mengiyakan ajakan ku .

“Man, Menurut kamu harus ga sih kita menghormat kepada bendera itu?” Tanya ku untuk memulai pembicaraan kami tentang masalah itu . Dia tersenyum mendengar pertanyaanku dan berkata
“Bagi mereka yang menganggap bendera itu agung, itu adalah hal yang menjadi keharusan dan hal yang wajib dilakukan sebagai penghormatan tertinggi mereka kepada sehelai kain yang sudah seperti dewa, tapi bagi gua sih ga penting.”

“Loh memang kenapa ?” Tanya ku dengan penuh rasa heran, lalu dia menghentikan langkahnya dan berkata,

“Gini bro, Bendera merah putih itu hanyalah sehelai yang dikaitkan ditiang bertali. Dia bukanlah dewa yang harus di agungkan, Dia bukanlah dewa yang harus di jaga sampai tidak boleh jatuh menyentuh tanah. Dia hanyalah sehelai kain sebagai ciri sebuah Negara bukan gambaran dari negeri ini.” ujarnya sambil menunjuk bendera yang sedang dibelai mesra oleh belaian sang angin di atas mimbar kuasanya .

“Lalu, bagaimana dengan penghormatan atas perjuangan para pahlawan?” Tanya ku dengan hati tersulut emosi dari pembicaraan kami ini.

“Penghormatan atas perjuangan para pahlawan dengan penghormatan kepada sehelai kain itu sangatlah berbeda dy.” Ucapnya sambil tersenyum simpul . Aku semakin bingung dengan jalan pikirannya ,

“Tapi kan bendera itu diperjuangkan dengan darah mereka, dengan jiwa mereka, dengan nyawa mereka . Apa pantas generasi mudanya tidak menghormati itu?” tanyaku dengan sejuta kebingungan yang ada dikepalaku .

“Mereka mengorbankan darah mereka, jiwa mereka, nyawa mereka bukanlah untuk memberikan posisi yang agung untuk kumpulan benang berwarna itu. Mereka mengorbankan itu semua untuk bangsa ini, untuk ibu pertiwi, untuk pemuda dan pemudi, agar dunia dapat menghargai bangsa ini . Penghormatan kepada pahlawan lu bilang? Yang gua tau sih penghormatan kepada pahlawan bukanlah hanya sekedar bentuk sudut 45 derajat dari tekukan tangan tapi pengamalan, tindakan dan aksi dalam melanjutkan perjuangan para pahlawan, cita-cita para pahlawan. Banyak dari mereka yang mengagungkan bendera itu tapi malah korupsi, tapi malah menkhianati bangsa ini, tapi malah mencoreng nama baik bangsa ini dimata dunia, Apa itu yang disebut penghormatan kepada pahlawan? Mungkin jika bendera itu bisa menangis dia akan menangis dikarenakan banyak orang yang terlalu mengagungkannya tetapi tidak bisa melanjutkan bahkan tidak memperdulikan lagi cita cita dari pahlawan yang dahulu memperjuangkannya” ucapnya membuat ku terdiam membisu.

“Benar juga kata dia , berarti aku telah salah menilainya , para guru sudah salah menilainya .” ucap pikiran ku yang merasa bersalah karena telah menilainya dengan sebelah mata.

“Mungkin , para guru bahkan teman teman semua sering salah paham tentang pandangan gua ini .Mereka menganggap gua ini ga menghormati bendera lah , ga menghormati pahlawan lah . Bukannya gua gamau hormat ke bendera itu setiap senin hanya gua muak dengan penghormatan orang orang yang berlebih kepada bendera itu tapi tidak peduli terhadap bangsa ini, mereka yang menghormat kadang mengkhianati bangsa ini, mereka menghormat kadang tak peduli dengan nasib bangsa ini kedepanny. Tapi biarlah , nyatanya penghormatan terbesar gua bisa tercapai bukan hanya lewat tekukan tangan semata. Doain gua yang bro, Minggu ini gua ikut pemecahan rekor dunia semoga bisa membawa nama Bogor ke internasional dan membawa gelar untuk Bogor sebagai ‘Bogor Kota Sejuta Puisi’.” tambahnya dengan tersenyum penuh arti .

Aku hanya terdiam tak bisa berucap apapun lagi , orang yang aku anggap tidak bisa menhargai jasa para pahlawan ternyata jauh lebih bisa mengartikan penghormatannya kepada para pahlawan. Akhirnya kami melanjutkan perjalanan kami menuju kelas dan melanjutkan pelajaran seperti biasa .

Cerpen: Penantian Panjang

PENANTIAN PANJANG
Oleh : Aldan Rizki Santosa
Hidup ini adalah sebuah penantian yang harus gua hadapi. Entah akan berakhir happy ending atau sebaliknya, tapi kurasa perjalanan hidup diriku yang tak menentu ini membuat gua ragu akan cerita hidup yang berakhir dengan sempurna. ~

Penantian

Gua tutup buku harian yang hampir memenuh, sekarang gua tatap langit malam yang sangat menenangkan dengan bertaburan bintang malam yang membuat gua sangat iri kepada sang kegelapan.

*Flashback

“Aku selalu suka bintang malam” ucap seorang anak perempuan yang terlihat cantik dengan poninya.

“Kalo kamu suka apa?” tanyanya kepada orang di sampingnya.

“Aku suka matahari” jawab anak pria yang di samping anak perempuan tersebut“Kenapa matahari?” tanya anak perempuan itu kembali

“Karena cahaya yang ada di bintang itu adalah milik matahari” Terang si pria sambil menunjuk langit malam

*Flashback off

“Dimana kamu sekarang Ka” Gumamku berbisik sambil terus melamun, yang tentunya menatap bintang itu.

Dengan cepat aku langkahkan kaki ini ke dalam sekolah untuk ke kelas XI-3 yang berada di lantai dua SMA Negeri 3. Dengan khawatir aku mulai memasuki kelas, takut jikalau guru yang mengajar sudah masuk ke dalam kelas.

Setelah mengecek dalam kelas akhirnya kini aku bisa bernafas lega, karena guru yang telah terjadwal belum memasuki kelas. Aku edarkan lagi pandanganku untuk melihat di dalam kelas, dan mulai berjalan dengan santai mendekati bangku dimana biasanya aku duduk.

Mungkin hari ini adalah hari keberuntunganku, karena tidak terlambat datang ke sekolah yang seharusnya sudah ditutup. Dan karena semalaman aku memikir kan dia, membuat aku bangun kesiangan.

Setelah sampai di tempat duduk, kuhempaskan tubuh ini untuk menenangkan diri, karena aku rasa tenagaku sedikit terkuras oleh aktivitas tadi.

“Goy?Ngape telat lu?” Tanya seseorang di sisi kiri tepat dimana aku berada

“Telat Bangun gua kuy.” Jawab ku kepadanya. Sedangkan dia hanya mengangguk anggukan kepalanya, dan tak berniat bertanya lagi karena guru mulai memasuki kelas.

Di dalam pelajaran kali ini aku tidak fokus untuk belajar, hanya banyak untuk melamun. Entah karena semalam aku mengingat kejadian 2 tahun yang lalu itu, sehingga sekarang aku menjadi kepikiran dengan kabarnya.

“Gua kangenlu Ka” Dalam benakku bergumam.

Flashback on

“Maaf Ga… Aku harus pergi” terang Azka kecil, sambil mengeluarkan butir air mata.

“Kenapa Ka?” Bilang gua ke dia.

“Aku harus pergi! ” Jawab azka.

“Kenapa bisa gitu? ” Tanya gua bingung.

“Sekarang aku udah sama yang lain tolong kamu pergi dari hidupku jangan kembali lagi.” Jelas azka yang sekarang sudah menangis.“

"Ohhh gitu ka? oke gapapa kok ,kamu sekarang sama siapa? kenapa nangis?bukannya aku yang yang harunya kecewa sama kamu?” Jelas Gua ke Aka.

 “Pokoknya pergi” Jelas aka sambil pergi niggalin gua.

*Flashback off

Kini sejak kejadian itu, gua selalu menatap bintang malam hanya untuk melepas rindu kepada Aka. Sehingga beberapa saat lamunan ku tersadar ketika suasana kelas menjadi gaduh tak karuan. Dan dengan cepat gua mencari apa yang membuat kelasku menjadi ribut. Degg Seketika mata ini membulat tak percaya dengan pemandangan di depan kelas itu. Wajahnya tak banyak berubah setelah dua tahun tak bertemu. Senyuman itu masih sama dengan mata yang teduh membuat siapa saja yang menatapnya akan merasa nyaman.

Dia orang yang selama ini gua tunggu. Iya.. kini ia kembali sebagai murid baru di sekolah ini, ah tidak! tepatnya di kelas gua. Gua merasa senang dan teringat 2 tahun lalu.

Tringggg ... Tring Tanda bel istirahat terdengar di seluruh penjuru sekolah. Dengan cepat semua siswa berhamburan pergi ke kantin, tak terkecuali murid yang berada di kelasku. Kini bisa gua tebak mungkin hanya tinggal beberapa orang yang memilih untuk diam di kelas dan sibuk dengan aktivitasnya masing masing.

Seperti biasa gua hanya duduk di tempat yang sama, terdiam dan melamun yang menjadi kebiasaan gua setelah dua tahun terakhir. Teman sekelas gua sekali pun tak heran dengan sifat gua ini. Karena mereka tau sejak gua Broken home, dan Ayah yang selalu tidak punya waktu untuk gua ,sehingga membuat sifat gua berubah menjadi dingin dan pemurung.

“Ega” Seseorang mampu membuyarkan lamunan gua kini

“Lu Ega kan?” Tanyanya kepada gua.

Gua kenal suara ini dan gua meliriknya untuk menatap sumber suara itu

“Iya gua Ega ,Lu Azka kan ?” Jawab ku sedikit meyakin kan

“Iya, Gua gak nyangka yah kita bisa ketemu lagi Ga” Senyumnya kepadaku.

Tapi aku keingat 2 tahun lalu dia pegi gitu aja ,masih menyisakan bekas luka yang mendalam buat gua. Tapi mungkin karna gua bener-bener cinta ama dia ,akupun terbawa suasana. Layaknya teman lama yang seperti 1000 tahun ga ketemu. Hampir setiap hari gua banyak mengobrol sama dia.

Gua sadar bahwa kepergiannya waktu itu membuat kehidupanku sedikit berubah, dan belum juga ditambah harus kehilangan seorang ibu yang berarti di hidupku. Kejadian ini membuat Gua putus asa dan beranggapan bahwa Tuhan telah tega mengambil semua orang yang gua sayang.

Hari demi hari setelah Azka kembali, sifatku pun sedikit berubah. Entah mengapa aku sekarang mulai merasa bahwa orang yang memiliki arti di hidupku setelah ibu telah kembali. Orang yang mampu membuat hariku begitu berwarna, dan hidup kembali.

Kini sekarang kita sering melakukan kebiasaan yang dulu dilakukan saat kita kecil. Belajar hingga bermain bersama, seperti malam ini gua sedang bersamanya untuk menghabiskan waktu bersama.

“Azka? ” Panggil gua yang tanpa menengok ke arahnya

“Hmmm” Jawabnya

 “Gua mau tanya sama Lu?” Dengan ragu ragu aku mengatakannya. Sedangkan Azka terdiam beberapa waktu sehingga keheningan tercipta

“Kenapa?“ Kini ia menoleh ke arah gua

“Waktu itu kenapa lu pergi?” Jawabku penuh harap dan sekilas gua melihat dia termurung.

“Maaf” Jelasnya kepadaku sambil pergi pulang, entah ada apa dengannya.

“Azkaa?”

Kini aku tertunduk menatap bawah, gua bingung. Maaf? Apa itu?maksudnya apa? Sekarang gua rasa, gua lemas akan perkataan yang diucapkan Azka. Ada Apa dengan azka? Jika dia memang sudah memiliki yang lain tak apa ,kita masih bisa berteman kan?. Oh tuhan tolonglah beri aku sedikit penjelasan.

Keesokan harinya

Hari ini sekolah masuk seperti biasa ,tapi gua belom liat azka. Kemana dia hari ini? Mungkin dia gamasuk. Setelah beberapa saat gua denger kabar dari teman sebangkunya kalo dia sakit. Mungkin dia cuma kecapean ,semoga dia besok sehat. Keesokan harinya gua masih belon liat azka muncul ,gua memutuskan hari ini mau jenguk dia ke rumah sakit.

Tring...Tring...Tring (Bel Berbunyi) Tanda Sekolah sudah usai.

“Akhirnya”Kataku.

Langsung kupacu motor cb100 ku ,mungkin dengan kecepatan maksimal ,berharap gua bisa langsung ketemu azka ,gua sangat rindu dia. Setelah gua sampai gua ketuk pintu rumahnya. Ternyata di dalam rumahnya kosong. Tiba tiba ,datanglah pembantunya. Lekas gua tanya pembantunya,

“Maaf bu? Akanya kemana yah?”

"Non Azkanya lagi di rawat mas dirumah sakit salak”Kata ibu itu.

“Lohh dirawat ?Dia sakit apa?”tanya gua.

“Kata dokternya ,dia sakit kelainan jantung mas ,dia udah berjuang 2 tahun ini . sampai kata dokter hidupnya mulai dari hari ini tinggal 2 hari terakhir lagi mas.”Jelas ibu itu.

Guapun lemas, gua serasa gabisa berdiri lagi. Bener bener sakit rasanya. Kenapa dia ga pernah cerita? Gua pun langsung tancap gas ke arah rumah sakit tersebut. Dan gua langsung cari pasien dengan nama Azkara Aulia. Setelah dapat gua langsung pergi ke kamar passiennya, dan gua dapati dia sedang duduk membaca buku di ruang VIP sendiri. Dengan berat gua panggil dia,

“Aka?”.

Diapun menolehkan kepalanya dan terlihat seperti kaget,

“Ega?”
“Ada apa Ka? Kenapa Lu gapercah cerita lu sakit ? Oke ,gua memang bukan lagii pacar lu ,tapi seengganya kita bisa berteman kan ?tolong ka cerita sama gua ,lu bener bener brarti buat gua"

Tiba tiba azka menjatuhkan lagi air matanya dan berkata ,

“Maaf”

 Gua bener bener bingung,

 “Ada apa?”kata gua.

Azka berkata,
“Hari itu ,hari dimana aku mutusin kamu ,aku divonis dokter ,aku memiliki kelainan jantung. Hidupku divonis tinggal 1 tahun lagi ,aku takut dan ketika itu aku hanya kepikiran kamu. Ga ada yang lain lagi. Aku takut ngecewain kamu ,lalu aku putusin buat putusin hubungan kita. Aku sudah berobat ke singapura selama setahun ini. Tapi ga pernah ada hasil ,akupun sudah kehabisan akal dan akupun hanya ingin bersamamu lagi untuk terakhir kalinya"

Guapun gau bisa nahan air mata ,untuk pertama kalinya setelah ibu pergi ,gua baru lagi menteskan air mata.

“Maaf ya Ga”. Itu kata kata terakhirnya.

Tiba tiba azka jatuh dan pingsan ,guapun langsung manggil dokter. Dan setelah itu dokterpun bilang ke gua. Azka udah ga ada. Lutut gua lemes ,seakan besok akan terjadi kiamat. Gua udah gabisa lagi membendung air mata gua. Azanpun berkumandang. Aku langsung pergi ke tempat ibadahku. Dalam lamunan aku tak sadar bertanya pada tuhan,
“Ya tuhan kenapa? kenapa kau mengambilnya dariku? Apa kau iri padaku karna aku lebih mencintainya dari pada engkau?” Tak sadar aku meninju tembok beton yang ada di hadapanku hingga tanganku berdarah dan tembok sedikit retak. Akupun tersadar ,itu jawabannya . AKU TERLALU MENCINTAI AZKA DARI PADA PENCIPTAKU SENDIRI. Kini aku tahu ,maafkan aku ya allah. Akupun pasrah dan aku mendoakan dia. Ketika aku kembali sudah banyak orang ramai di kamar azka, mungkin keluarganya ,dan akupun bertemu ibuny azka. Ibunya memeluku ,dan aku tak berkata sedikitpun mungkin karna aku belum sadar seperti terasa mimpi.

Kemudian ibunya berkata,
“Azka benar benar sayang kamu” sambil memberi sebuah buku ,sepertinya buka yang tadi dibaca oleh azka. Ibunya pun memberikan bukunya ke gua.

“Ambil ini ga ,mungkin hanya ini yang bisa tante bantu untuk kalian ,besok tolong hadir dipemakaman azka ya ga”. Seakan tak sadar aku mengambilnya dan berkata “Terima kasih tante” sambil mengambilnya dan tak bisa membendung air mata lagi.

Guapun pamit. Dan gua segera pergi ke rumah. Segera kupacu motor cb100 ku dengan kecepetan 100 km/jam. Sampai akhirnya gua sampai di rumah. Gua putuskan untuk langsung tidur berharap semua ini mimpi.
Aku terbangun ,waktu menunjukan pukul 01.00 WIB .dan akupun teringat akan azka yang sudah tiada. Aku masih tak percaya hingga kini ,sampai akhirnya aku check facebookku yang sudah lama tak pernah aku gunakan. Akupun melihat timeline azka ,ada ucapan innalilahi dan ucapan perpisahan untuk azka. Aku memerika emailku yang sudah lama tak aktif. Tiba tiba ada 1 buah pesan yang belum terbuka ,itu ternyata dari azka. Dia memberi aku pesan itu tercatat 08/08/16 dan gua membukanya itu pesan terakhir dari azka ,sehari sebelum dia meninggal. Aku pun terharu menangis disaat membaca pesan tersebut.

Blogging

More »

C#

More »